Purbaya Buka Suara soal Isu Jadi Gubernur BI: Saya Isu Abadi

- Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15 WIB
Purbaya Buka Suara soal Isu Jadi Gubernur BI: Saya Isu Abadi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai rumor yang menyebut dirinya sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Purbaya menyebut isu tersebut sudah lama beredar dan tak pernah terwujud.

"Saya mah isu abadi (dicalonkan jadi Gubernur BI). Di isu sana-sini, enggak pernah jadi, cuma (jadi) di Kementerian Keuangan," kata Purbaya di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui bursa kandidat Gubernur BI, baik dari internal bank sentral, parlemen, maupun pihak luar. Purbaya hanya mengikuti perintah Presiden Prabowo Subianto. "Saya enggak tahu. Kita ikutin perintah bapak Presiden (Prabowo)," ujarnya.

Isu pencalonan Purbaya mencuat setelah Perry Warjiyo mundur dari jabatan Gubernur BI. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan pengunduran diri Perry adalah alasan pribadi. "Ada alasan pribadi dan tentu kita menghormati ya," kata Prasetyo kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Prasetyo tidak merinci alasan pribadi tersebut, namun menegaskan bahwa masalah kesehatan atau tekanan dari pihak lain bukanlah penyebabnya. "Tidak ada, tidak ada. Dalam suratnya hanya menyatakan mengajukan permohonan pengunduran diri oleh karena alasan pribadi," ujarnya.

Setelah Perry mundur, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur BI Sementara. Destry memastikan keberlangsungan tugas bank sentral, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan. "Itu semua dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, yang dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja sesuai dengan amanat UU BI," ujarnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags