Kepala BGN Siapkan Skema Baru untuk Mitra Program Makan Bergizi Gratis yang Terlanjur Investasi

- Senin, 27 Juli 2026 | 17:31 WIB
Kepala BGN Siapkan Skema Baru untuk Mitra Program Makan Bergizi Gratis yang Terlanjur Investasi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono merespons keluhan sejumlah asosiasi mitra penyedia dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berjanji menyusun skema baru agar para mitra yang telah mengeluarkan modal tidak mengalami kerugian.

Sudaryono telah menerima audiensi dari asosiasi mitra tersebut. Ia mengapresiasi investasi yang telah dilakukan para mitra berdasarkan komitmen pimpinan BGN sebelumnya. Namun, ia mengakui tidak bisa memenuhi janji-janji yang sempat ditawarkan oleh pendahulunya.

"Kemarin saya telah menerima salah beberapa asosiasi ya, yang oleh pimpinan yang lama itu kemudian ada semacam komitmen," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

"Terkait protesnya mitra tadi ya, yang pertama, sikap saya adalah saya sangat menghargai mitra bahwa mitra itu kemudian melakukan investasi atas dasar komitmen yang diberikan oleh pimpinan lama," lanjutnya.

Meski demikian, Sudaryono menegaskan tidak bisa merealisasikan janji-janji tersebut. "Maka saya sampaikan kepada mitra yang bersangkutan mungkin saya tidak bisa memenuhi sebagaimana janjinya dulu pimpinan dulu, ya kan diiming-imingi macam-macam apa untung sekian kali sekian kali itu mungkin tidak bisa kami penuhi," tegasnya.

Kendati demikian, Sudaryono tidak lepas tangan. BGN, kata dia, tengah menyiapkan solusi dan skema baru agar para mitra mendapatkan keadilan. Banyak dari mereka yang telah menggunakan dana pribadi, bahkan berutang, untuk membangun dapur.

"Tapi kami pastikan akan mencari skema yang adil supaya orang yang sudah bersusah payah ada yang mohon maaf ada yang menggadaikan rumahnya, ada yang enggak berani pulang karena rumahnya itu didatangi orang terus ditagih utang dan lain-lain itu kemudian orang-orang ini mendapatkan keadilan setidaknya tidak dirugikan," jelas Sudaryono.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags