Danantara Akuisisi Empat BUMN Manajemen Aset, Bersiap Merger Jadi Perusahaan Terbesar

- Kamis, 23 Juli 2026 | 16:50 WIB
Danantara Akuisisi Empat BUMN Manajemen Aset, Bersiap Merger Jadi Perusahaan Terbesar

PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih kendali empat perusahaan BUMN di bidang manajemen aset. Langkah ini menjadi awal dari konsolidasi besar yang akan melahirkan perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia.

Keempat perusahaan yang diakuisisi adalah PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM). Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) keempat entitas itu mencapai lebih dari Rp170 triliun.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa akuisisi ini bukan sekadar transaksi saham biasa. "Ini adalah langkah strategis untuk membangun kekuatan baru di industri manajemen investasi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Penandatanganan perjanjian jual beli saham telah dilakukan pada Rabu (22/7/2026). Dalam satu bulan ke depan, keempat perusahaan akan dilebur menjadi satu entitas. "Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia," kata Dony.

Konsolidasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan skala dana kelolaan, memperluas akses investasi bagi investor ritel dan institusi, serta menghadirkan solusi investasi yang lebih kompetitif.

Optimisme dari Masing-masing Direktur

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, menilai fundamental keempat perusahaan menjadi modal penting bagi entitas baru untuk tumbuh sebagai pemain terdepan. "Kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global," ujarnya.

Di segmen ritel, perusahaan hasil merger akan mengembangkan produk investasi tematik dan memperluas akses melalui jaringan bank Himbara. Langkah ini didukung pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) nasional yang telah melampaui 20 juta investor.

Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi, Arief Budiman, menyebut merger ini sebagai momentum strategis untuk memperdalam penetrasi pasar ritel. Per Juni 2026, BRI MI membukukan AUM sebesar Rp52,61 triliun dengan basis nasabah ritel yang kuat. "Dengan kekuatan jaringan distribusi dan basis investor ritel yang terus berkembang, penggabungan ini akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya sekaligus mempercepat pendalaman pasar modal," kata Arief.

Direktur Utama PT BNI Asset Management, Ari Adil, mengatakan komposisi bisnis BNI AM yang seimbang antara ritel dan institusi dengan AUM mencapai Rp29,59 triliun per Juni 2026 akan menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan hasil konsolidasi. "Kami optimistis penggabungan ini akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui sinergi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, serta skala usaha yang semakin solid dan kompetitif," ujar Ari.

Direktur Utama PT PNM Investment Management, Ade Santoso Djajanegara, menambahkan bahwa pengalaman PNM IM mengembangkan investasi inklusif, dengan AUM sebesar Rp10,31 triliun per Juni 2026, akan melengkapi kekuatan perusahaan hasil konsolidasi. "Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membangun institusi manajer investasi yang tidak hanya semakin kuat secara bisnis, tetapi juga mampu memperluas manfaat ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan," katanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags