Danantara Resmi Kuasai Empat Manajer Investasi BUMN, Siap Merger Jadi Perusahaan Aset Terbesar

- Kamis, 23 Juli 2026 | 14:24 WIB
Danantara Resmi Kuasai Empat Manajer Investasi BUMN, Siap Merger Jadi Perusahaan Aset Terbesar

PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih kendali empat perusahaan manajer investasi milik BUMN melalui penandatanganan perjanjian pembelian saham. Keempat perusahaan itu adalah PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM).

Dengan pengalihan ini, DAM menguasai dana kelolaan atau asset under management (AUM) gabungan yang mencapai lebih dari Rp 170 triliun per Juni 2026. Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai skala tersebut menjadi modal penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi dan meningkatkan daya saing industri manajemen investasi nasional.

Menurut Dony, langkah ini bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan upaya membangun kekuatan baru di industri manajemen investasi. "Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (23/7).

Dengan model bisnis yang terintegrasi, perusahaan hasil konsolidasi diharapkan mampu memperluas akses investasi bagi investor ritel maupun institusi, serta menghadirkan solusi investasi yang lebih kompetitif. Perusahaan baru itu akan menggabungkan kekuatan, pengalaman, dan keunggulan masing-masing entitas untuk membangun institusi dengan skala dan daya saing yang lebih kuat.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, menyebut perusahaan hasil konsolidasi akan mengembangkan produk investasi tematik dan memperluas akses melalui jaringan bank Himbara. Hal ini seiring dengan pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) nasional yang telah melampaui 20 juta investor. Di segmen institusi, perusahaan akan memperkuat kapabilitas pengelolaan investasi dengan memperluas basis investor dan menyediakan solusi investasi yang lebih komprehensif.

"Kami melihat momentum yang sangat besar di depan. Dengan basis investor ritel yang terus bertumbuh dan kepercayaan institusi yang semakin kuat, sinergi keempat entitas ini akan menjadikan perusahaan hasil konsolidasi sebagai mitra investasi pilihan bagi jutaan masyarakat Indonesia," ujar Hardiyanto.

Per Juni 2026, BRI MI mencatat AUM sebesar Rp 52,61 triliun dengan basis nasabah ritel yang kuat. Sementara BNI AM memiliki AUM Rp 29,59 triliun dengan komposisi bisnis yang seimbang antara ritel dan institusi. PNM IM, yang berpengalaman dalam investasi inklusif, mencatat AUM Rp 10,31 triliun. Ketiganya akan menjadi pilar utama dalam memperkuat kapabilitas perusahaan hasil konsolidasi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags