PT Pos Indonesia (Persero) tengah menjalani langkah strategis untuk mempercepat pemulihan arus kas keuangan. Fokus restrukturisasi ini mencakup penataan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan kas, penagihan piutang, serta penyelesaian liabilitas untuk menyehatkan kembali kondisi finansial salah satu BUMN logistik nasional tersebut.
Upaya penyehatan neraca keuangan ini dikoordinasikan secara ketat melalui audit komprehensif terhadap aset-aset kelolaan negara. Evaluasi berkala difokuskan pada pembenahan postur likuiditas perseroan agar penataan modal kerja berjalan lebih taktis dan presisi.
“Kami menggelar rapat bersama jajaran direksi audit internal Danantara Asset Management untuk membahas progres audit PT Pos Indonesia, khususnya terkait penguatan pengelolaan kas, piutang, dan liabilitas,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Dony berdiskusi intensif bersama Senior Director Internal Audit Danantara Asset Management (DAM) serta Senior Director CEO Office DAM. Selain membedah pos-pos pengeluaran dan pendapatan, agenda rapat tersebut juga menitikberatkan pada aspek penyempurnaan sistem pencatatan serta pelaporan keuangan sebagai pilar utama penguatan tata kelola korporasi pelat merah tersebut.
Pembenahan instrumen pelaporan keuangan ini diposisikan sebagai basis data penting sebelum Danantara mengeksekusi kebijakan strategis jangka panjang. Penataan ini krusial mengingat Pos Indonesia memegang peran penting dalam kelancaran distribusi logistik nasional.
Selain menata pencatatan transaksi, penguatan pengawasan ini ditujukan untuk meminimalkan potensi kebocoran anggaran pada setiap rantai lini bisnis. Langkah preventif tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas operasional jangka panjang di tengah ketatnya persaingan industri logistik saat ini.
“Melalui tata kelola dan audit yang kuat, kami terus mengawal program strategis termasuk streamlining dan hilirisasi agar berjalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta manajemen risiko yang kokoh,” kata Dony.
Sebelumnya, pembenahan Pos Indonesia menjadi salah satu fokus yang terus dikawal oleh Danantara dan BP BUMN. Langkah ini menyusul laporan manajemen baru mengenai hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 sebesar Rp9 triliun sebagai bagian dari pembersihan dan pemulihan catatan keuangan.
Artikel Terkait
Streamlining BUMN Transportasi Dinilai Kunci Perkuat Layanan Publik dan Efisiensi Logistik
Danantara Bidik Hilirisasi PTPN untuk Kemandirian Pangan dan Energi
Spider-Man: Brand New Day Jadi Film Terlaris 2026, Danantara Ditawari Saham Bandara Madinah
Merger Asuransi BUMN Masih Dikaji, Bos Tugu Insurance: Penataan Industri Butuh Waktu