Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi dan penjaminan, menyederhanakan 12 entitas sebagai bagian dari program streamlining yang telah memangkas sekitar 250 entitas BUMN dengan efisiensi biaya mencapai Rp 50 triliun. Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi IFG tidak hanya soal penyederhanaan struktur, melainkan juga perbaikan kualitas pengelolaan investasi.
Menurut Dony, akar masalah di industri asuransi adalah ketidakseimbangan antara penempatan investasi dan kewajiban (liabilities). Hal ini meningkatkan eksposur risiko perusahaan. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran direksi IFG pada Rabu (22/7) untuk membahas percepatan program, perkembangan transformasi holding, penguatan tata kelola, dan efisiensi perusahaan asuransi BUMN.
"Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah misinvestment. Selama ini banyak persoalan muncul karena tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah yang menyebabkan kita terekspos dengan risiko yang cukup besar," ujar Dony dalam keterangannya, Kamis (23/7).
Dony juga menyoroti ketidakseimbangan portofolio investasi yang dinilai harus segera dibenahi. Pertumbuhan kewajiban yang tidak diimbangi dengan kinerja aset investasi, terutama pada portofolio properti, berpotensi memperlebar kesenjangan keuangan perusahaan jika tidak segera ditangani.
"Sekarang kita menyadari ada ketidakseimbangan dalam portofolio kita. Saya khawatir gap-nya justru semakin besar karena liabilities terus meningkat, sementara ada portofolio di sisi properti yang belum menghasilkan margin yang cukup untuk menutupi kewajiban tersebut. Ini harus diselesaikan dengan cepat," jelas Dony.
Dalam program ini, IFG diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan investasi yang lebih disiplin, memperkuat manajemen risiko, dan memastikan pengembangan produk asuransi dilakukan berdasarkan analisis risiko yang sehat. Tujuannya agar keberlanjutan industri asuransi BUMN meningkat dan kesalahan investasi di masa mendatang dapat dicegah.
Artikel Terkait
Danantara Percepat Audit dan Tata Kelola Keuangan untuk Pulihkan Arus Kas Pos Indonesia
Merger Asuransi BUMN Masih Dikaji, Bos Tugu Insurance: Penataan Industri Butuh Waktu
Danantara Sebut Pelindo hingga Pegadaian Berpotensi Melantai di BEI
Danantara Siap Dorong BUMN Melantai di Bursa, Ini Daftarnya