Uruguay berada di ambang kegagalan setelah hanya meraih satu poin dari dua pertandingan Grup H Piala Dunia 2026. La Celeste, dua kali juara dunia, justru menjadi juru kunci grup yang dihuni Spanyol, Arab Saudi, dan Tanjung Verde.
Kekalahan Perdana yang Menohok
Pada laga pembuka, Uruguay menghadapi Spanyol yang tampil dominan di lini tengah. La Roja unggul lebih dulu melalui gol Lamine Yamal pada menit ke-22. Uruguay sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Federico Valverde, namun tiga gol tambahan Spanyol di babak kedua memupus harapan.
Skor akhir 4-1 untuk Spanyol menjadi alarm pertama bagi skuad asuhan Marcelo Bielsa. Pertahanan Uruguay yang biasanya kokoh justru tampil rapuh. Bek tengah Jose Maria Gimenez dan Ronald Araujo kesulitan mengantisipasi pergerakan cepat pemain sayap Spanyol.
Hasil Imbang yang Tak Cukup
Pada laga kedua, Uruguay ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde. Pertandingan yang berlangsung di Seattle ini menjadi bukti nyata krisis lini depan La Celeste. Darwin Nunez dan Facundo Pellistri gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas.
Tanjung Verde, tim debutan yang tampil tanpa beban, justru menunjukkan organisasi pertahanan yang rapi. Kiper mereka, Vozinha, tampil gemilang dengan menggagalkan lima tembakan tepat sasaran Uruguay.
Hasil imbang ini membuat Uruguay tertahan di peringkat keempat dengan satu poin. Padahal, target minimal sebelum turnamen adalah melaju ke babak 32 besar.
Klasemen Grup H dan Peluang Uruguay
Spanyol memuncaki klasemen dengan empat poin, sementara perebutan posisi kedua masih terbuka lebar. Berikut situasi Grup H jelang laga penutup:
| Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Kemasukan | Selisih | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Spanyol | 2 | 1 | 1 | 0 | 4 | 4 | 0 | 4 |
| Arab Saudi | 2 | 0 | 2 | 0 | 3 | 3 | 0 | 2 |
| Tanjung Verde | 2 | 0 | 2 | 0 | 2 | 2 | 0 | 2 |
| Uruguay | 2 | 0 | 1 | 1 | 1 | 5 | -4 | 1 |
Uruguay wajib mengalahkan Arab Saudi pada laga terakhir dan berharap hasil pertandingan antara Spanyol dan Tanjung Verde berpihak kepada mereka. Dengan selisih gol -4, skenario lolos sebagai peringkat ketiga terbaik pun sulit terwujud.
Pekerjaan Rumah Marcelo Bielsa
Pelatih Marcelo Bielsa menghadapi kritik tajam setelah dua laga awal. Filosofi menyerang ala Bielsa yang agresif justru membuat pertahanan Uruguay rentan terhadap serangan balik. Tercatat, Uruguay sudah kebobolan lima gol dalam dua pertandingan catatan terburuk sejak Piala Dunia 2002.
Bielsa diprediksi akan mengubah formasi menjadi 4-4-2 pada laga melawan Arab Saudi. Maxi Araujo dan Agustin Canobbio diharapkan bisa memberikan kreativitas tambahan di lini tengah yang selama ini mandul.
Pertandingan penentu melawan Arab Saudi akan menjadi ujian terakhir bagi generasi emas Uruguay yang saat ini tengah berada di ujung tanduk. Kegagalan lolos akan menjadi noda besar bagi sejarah panjang sepak bola negeri mate tersebut.
Artikel Terkait
Afrika Selatan Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel 1-0
KSP Inspeksi Mendadak Terminal BBM Plumpang untuk Pastikan Pasokan Energi Aman
356 Petugas Haji Daker Makkah Tiba di Indonesia, Akhiri Masa Tugas Dua Bulan
Kemlu Pastikan Tiga WNI di Venezuela Selamat Pascagempa Magnitudo 7,1