Jerman vs Ekuador: Tim Panser Incar Kemenangan Sempurna di Laga Penutup Grup E

- Kamis, 25 Juni 2026 | 10:30 WIB
Jerman vs Ekuador: Tim Panser Incar Kemenangan Sempurna di Laga Penutup Grup E

Jerman akan menghadapi Ekuador di laga pamungkas Grup E Piala Dunia 2026 dengan status yang sudah aman. Namun, tim besutan Julian Nagelsmann itu bertekad menjaga momentum sempurna mereka di turnamen ini. Di sisi lain, Ekuador datang dengan tekanan besar: wajib menang jika ingin tetap bertahan.

Laga di Stadion MetLife, New Jersey, Jumat dini hari nanti, menjadi penentu bagi kedua tim. Jerman sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup setelah meraih dua kemenangan impresif. Mereka bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan Pantai Gading 2-1, setelah sebelumnya menghancurkan Curacao dengan skor telak 7-1. Hasil itu membuat posisi Die Mannschaft di puncak klasemen tidak mungkin lagi tergeser.

Meski begitu, tim Panser tidak berniat mengendurkan permainan. Kemenangan di laga ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan diri dan motivasi menjelang fase knockout. “Kita harus tetap dalam performa terbaik karena setiap kemenangan itu baik untuk kita,” ujar gelandang serang Jerman, Nadiem Amiri.

Amiri menambahkan, motivasi lain datang dari para pendukung yang telah menempuh perjalanan jauh ke Amerika Utara. Menurutnya, mereka pantas mendapatkan apresiasi berupa penampilan dan hasil yang memuaskan. “Ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi kami dengan banyak penggemar yang datang dari Jerman, jadi kami ingin memenangkannya 100 persen dan kami akan bermain dengan intensitas maksimal,” tegasnya.

Kendati demikian, Nagelsmann tetap akan mengatur ritme dan tenaga skuadnya. Pelatih yang membawa Jerman ke babak sistem gugur untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir ini dipastikan akan menurunkan sejumlah pemain pelapis. Satu nama yang paling disorot adalah Deniz Undav. Penyerang Stuttgart itu masuk dari bangku cadangan dan mencetak dua gol yang membawa Jerman membalikkan keadaan melawan Pantai Gading.

Dengan brace tersebut, Undav kini mengoleksi tiga gol dan dua assist hanya dari dua penampilan sebagai pemain pengganti. Nagelsmann pun sudah memberi isyarat akan menurunkannya sejak menit awal. “Dia menjalankan perannya dengan sangat baik. Sekarang pertanyaan akan muncul lagi tentang apakah dia harus menjadi starter. Tetapi Anda juga bisa mengatakan: biarkan dia terus bermain sesuai ritmenya,” kata Nagelsmann.

Ambisi Jerman untuk menyapu bersih laga fase grup menjadi ancaman serius bagi Ekuador. La Tricolor berada dalam posisi sulit setelah hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Kekalahan dari Pantai Gading dan hasil imbang melawan Curacao membuat mereka terpuruk di peringkat ketiga. Hasil imbang pun tidak akan cukup untuk meloloskan mereka ke babak 32 besar.

Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, mencoba tetap tenang di tengah tekanan. “Hidup telah mengajarkan saya bahwa Anda harus selalu terus bekerja, selalu belajar, dan tantangan dapat menjadi peluang,” katanya. Pelatih asal Argentina itu menegaskan segalanya masih mungkin terjadi hingga peluit panjang dibunyikan. “Ini belum berakhir. Kita masih memiliki 100 menit di depan kita, dan kita akan berada di sana dengan baik untuk mencoba mencapai tujuan kita,” tegasnya.

Beccacece merasa timnya hanya butuh sedikit keberuntungan. Ekuador sebenarnya mendominasi pertandingan melawan Pantai Gading dan Curacao. Bahkan, kiper Curacao, Eloy Room, melakukan 15 penyelamatan bersejarah untuk menggagalkan peluang mereka. “Ada hal-hal yang tidak dapat Anda jelaskan dalam sepak bola. Apa pun yang saya katakan mungkin kontraproduktif. Kami ingin menang. Kami tidak melakukannya. Saya yang bertanggung jawab,” tandasnya.

Ekuador datang ke Piala Dunia dengan rekor tak terkalahkan dalam 19 pertandingan. Mereka tidak memiliki masalah cedera atau akumulasi kartu, dan Beccacece diperkirakan tidak akan melakukan perubahan drastis pada susunan pemain. Sementara itu, Jerman harus kehilangan bek tengah Nico Schlotterbeck yang mengalami cedera pergelangan kaki dan dipastikan absen hingga akhir turnamen. Sebagai gantinya, Nagelsmann bisa memilih Antonio Rudiger, Waldemar Anton, atau Malick Thiaw.

Di bawah mistar, Oliver Baumann diperkirakan akan menggantikan Manuel Neuer. Bek kiri David Raum juga berpeluang menjadi starter, bersama trio gelandang Leon Goretzka, Angelo Stiller, dan Nadiem Amiri. Jerman dan Ekuador sudah pernah bertemu dua kali sebelumnya. Kedua laga itu dimenangkan tim Panser dengan skor agregat 7-2.

Berikut perkiraan susunan pemain kedua tim:

Ekuador (3-5-2): Galindez; Ordonez, Pacho, Hincapie; Yeboah, Franco, Caicedo, Vite, Estupinan; Plata, Valencia

Jerman (4-2-3-1): Baumann; Anton, Tah, Rudiger, Raum; Goretzka, Stiller; Leweling, Amiri, Beier; Undav

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar