Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, melanjutkan tren negatif yang membayangi mata uang Garuda dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.42 WIB, rupiah berada di level Rp17.859 per dolar AS, turun 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.843 per dolar AS. Sementara itu, mengacu pada data Yahoo Finance, rupiah tercatat di posisi Rp17.814 per dolar AS pada waktu yang sama.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berlangsung fluktuatif, meskipun tekanan pelemahan masih mendominasi. "Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.840 per USD hingga Rp17.890 per USD," jelas Ibrahim.
Pelemahan rupiah tidak terlepas dari gejolak sentimen pasar global yang dipicu oleh ketegangan politik Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman aksi militer tambahan terhadap Iran jika negara tersebut tidak mengambil langkah nyata untuk mengendalikan kelompok Hizbullah yang beroperasi di Lebanon. Pernyataan ini muncul di tengah upaya diplomatik yang dilakukan Wakil Presiden AS JD Vance, yang membuka babak baru pembicaraan dengan perwakilan Iran di Swiss.
Namun demikian, pembicaraan antara kedua negara di Swiss justru berakhir dengan hasil yang meredakan sebagian kekhawatiran pasar. Iran menyatakan telah mendapatkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, sehingga menekan harga minyak mentah global. Para pejabat tinggi AS dan Iran menyelesaikan putaran pertama perundingan pada Senin, yang dimulai berdasarkan nota kesepahaman pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata setidaknya selama 60 hari ke depan.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa kemajuan positif telah dicapai selama pembicaraan segi empat di Swiss. Mediator dari Qatar dan Pakistan menambahkan bahwa para negosiator telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas, dengan diskusi teknis dijadwalkan berlanjut sepanjang pekan ini. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada data ekonomi AS, terutama perkiraan akhir Produk Domestik Bruto kuartal pertama 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti yang menjadi ukuran inflasi pilihan Federal Reserve.
Di sisi lain, Bank Indonesia memproyeksikan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, akan memberikan andil terhadap peningkatan inflasi nasional. Ibrahim menegaskan bahwa tantangan utama berasal dari rambatan global berupa transmisi harga minyak dan komoditas ke dalam negeri, atau yang dikenal sebagai imported inflation. "Faktor rambatan global tersebut secara langsung berdampak pada kelompok harga yang diatur pemerintah, seperti yang tercermin dari kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi baru-baru ini," ujarnya.
Faktor risiko kedua yang diwaspadai adalah potensi gangguan cuaca akibat fenomena El Nino yang diperkirakan melanda Indonesia pada periode akhir Juni hingga Oktober atau November mendatang. Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi menekan kelompok harga pangan bergejolak. Meski demikian, BI menilai risiko dari sisi hulu pertanian, seperti lonjakan harga pupuk, dapat diredam karena kapasitas produksi pupuk domestik masih sangat mencukupi.
Bank Indonesia mengonfirmasi bahwa laju inflasi memang mulai menunjukkan tren peningkatan. Namun, proyeksi inflasi dipastikan tetap terjangkar dalam rentang sasaran yang ditetapkan bank sentral dan pemerintah, yaitu 2,5 persen plus minus satu persen. Sebagai langkah mitigasi, BI terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan yang dikoordinasikan secara intensif bersama pemerintah daerah di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan pasokan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan Jalan Daerah Sepanjang 1.151 Km di Sampang, Hadiri Penutupan Munas NU di Bangkalan
Kementan Dorong UGM Segera Daftarkan Hak PVT atas Ratusan Varietas Unggul Hasil Riset
Polisi Bongkar Sindikat Love Scamming di Jatim, 53 Orang Jadi Korban dengan Kerugian Rp1,1 Miliar
Menkes Pastikan Rekonstruksi Wajah bagi Korban Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung