Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II 2026

- Senin, 22 Juni 2026 | 20:50 WIB
Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II 2026

Pemerintah resmi meluncurkan delapan kebijakan stimulus ekonomi yang akan berlaku pada kuartal kedua dan semester kedua tahun 2026. Langkah strategis ini diambil untuk meredam dampak ketidakpastian global sekaligus menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap stabil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa paket stimulus tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan sebagian lagi merupakan arahan Presiden,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Dalam pemaparannya, Airlangga merinci bahwa kedelapan kebijakan itu terbagi ke dalam tiga pilar utama. Pilar pertama berfokus pada konsumsi dan dunia usaha. Pemerintah memberikan insentif pajak berupa tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5 persen. Pada pilar yang sama, pemerintah juga menyediakan diskon transportasi untuk mendorong mobilitas masyarakat selama libur sekolah, libur Natal, dan libur tahun baru. Diskon tersebut mencakup potongan 30 persen untuk tiket kereta api dan kapal Pelni, pembebasan tarif jasa kepelabuhan ASDP, serta subsidi PPN Ditanggung Pemerintah (DPT) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik berjadwal kelas ekonomi.

Di sektor industri, pemerintah membebaskan bea masuk atau menerapkan tarif nol persen atas impor LPG bagi industri petrokimia dan bahan baku plastik. Kebijakan ini bertujuan menekan biaya produksi dan mencegah lonjakan harga barang konsumsi di pasaran.

Memasuki pilar kedua yang menyasar ketenagakerjaan kelas menengah, pemerintah menyiapkan Program Magang Nasional tahap II pada Juli 2026. Program ini dialokasikan anggaran sebesar Rp4,14 triliun dan menargetkan 150.000 lulusan baru perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah juga mengucurkan dana Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi. Program ini diprioritaskan bagi 220.000 lulusan SMK agar siap kerja, serta memberikan perlindungan keterampilan baru bagi 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sementara itu, pada pilar ketiga, pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat lapisan bawah dan stabilitas pangan. Langkah ini diwujudkan melalui pendistribusian bantuan beras sebanyak 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan berturut-turut mulai Juli 2026, dengan anggaran Rp17,54 triliun. Pemerintah juga menggulirkan Bantuan Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) Kedelai. Melalui kebijakan ini, pengrajin tahu dan tempe akan menerima subsidi maksimal Rp2.000 per kilogram untuk kuota 250.000 ton pada tahap pertama.

“Jadi, total stimulus yang dikeluarkan pemerintah untuk semester kedua ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun. Terdiri dari stimulus insentif transportasi sekitar Rp2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi sekitar Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun,” pungkas Airlangga.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar