Wärtsilä Mulai Uji Coba Mesin Hidrogen 100 Persen Skala Besar Pertama di Dunia untuk Jaringan Listrik Spanyol

- Senin, 22 Juni 2026 | 20:00 WIB
Wärtsilä Mulai Uji Coba Mesin Hidrogen 100 Persen Skala Besar Pertama di Dunia untuk Jaringan Listrik Spanyol

Perusahaan teknologi global asal Finlandia, Wärtsilä Group, mengumumkan langkah maju dalam inovasi energi dengan memulai proses validasi mesin hidrogen 100 persen yang diklaim sebagai mesin berskala besar pertama di dunia. Proses validasi ini dilakukan melalui serangkaian uji coba di laboratorium milik Wärtsilä yang berlokasi di Bermeo, Spanyol, dengan target utama memasok daya ke jaringan listrik nasional negara tersebut.

Rangkaian uji coba tersebut menandai tonggak penting dalam pembuktian bahwa teknologi mesin dapat beroperasi sepenuhnya dengan bahan bakar berkelanjutan, seperti hidrogen. Direktur Strategi Teknologi dan Dekarbonisasi Wärtsilä, Rasmus Teir, dalam keterangan resminya pada Senin (22/6/2026), menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran sebelumnya yang telah dilakukan perusahaan.

“Uji coba ini menandai langkah maju yang besar dalam membuktikan bahwa teknologi mesin dapat beroperasi dengan bahan bakar berkelanjutan 100 persen, seperti hidrogen,” ujar Teir.

Menurut Teir, mesin pembangkit listrik berskala besar pertama di dunia ini telah disiapkan untuk menggunakan bahan bakar hidrogen secara penuh. Langkah ini dinilai mampu membuka peluang yang lebih maju dalam sistem energi terbarukan secara menyeluruh. Dengan perkiraan pertumbuhan pembangkitan energi terbarukan global mencapai hampir 4.600 gigawatt pada 2030, Teir menekankan pentingnya teknologi fleksibel yang dapat menyeimbangkan jaringan listrik, terutama saat produksi energi angin dan matahari sedang rendah.

“Hidrogen hijau tidak menghasilkan emisi karbon, sehingga memungkinkan beroperasinya pembangkitan listrik bersih sekaligus mendukung dekarbonisasi jaringan listrik yang didominasi energi terbarukan,” jelas Teir.

Selain ramah lingkungan, mesin hidrogen ini disebut mampu menyimpan kelebihan listrik terbarukan dan menyediakan daya yang andal ketika pembangkitan angin atau surya menurun. Keberadaannya juga membantu menstabilkan sistem dan meningkatkan keandalan pasokan energi secara keseluruhan.

Mesin yang digunakan dalam uji coba ini adalah Wärtsilä 31H2, bagian dari platform Wärtsilä 31 yang dikenal sebagai salah satu mesin empat langkah multi-bahan bakar paling efisien di dunia. Teir menyebut bahwa mesin ini merupakan mesin hidrogen murni terbesar di dunia yang kinerjanya tengah diverifikasi di Bermeo. Saat ini, mesin tersebut telah beroperasi dengan bahan bakar hidrogen 100 persen dan memasok daya ke jaringan listrik nasional Spanyol.

“Kami telah membuktikan bahwa teknologi ini siap. Sekarang, kami harus fokus pada penciptaan lingkungan yang tepat untuk meningkatkan skalanya, didukung oleh regulasi yang tegas, kejelasan investasi, dan infrastruktur yang diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan energi terbarukan dan bahan bakar berkelanjutan seperti hidrogen,” ujar Teir.

Di tengah dinamika transisi energi global, banyak negara yang tengah meningkatkan skala energi angin dan surya secara cepat. Namun, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah bagaimana mempertahankan pasokan listrik yang andal secara berkelanjutan selama periode rendahnya pembangkitan energi terbarukan atau lonjakan permintaan. Mesin hidrogen skala besar dinilai dapat menyediakan daya berkelanjutan yang fleksibel dan dapat dijadwalkan untuk mendukung sistem energi terbarukan di masa depan.

Pembangkit listrik berbasis Wärtsilä 31 dirancang untuk mendukung industri yang tumbuh pesat dan berintensitas energi tinggi, termasuk pusat data, fasilitas manufaktur, dan sektor industri lainnya. Teknologi ini menyediakan pembangkitan listrik yang fleksibel dan berkelanjutan, termasuk untuk lingkungan off-grid. Spanyol, sebagai salah satu pelopor dalam adopsi energi terbarukan, dinilai menyediakan lokasi yang ideal untuk uji coba berkat upayanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Sementara itu, Wärtsilä juga telah menunjukkan komitmennya di Indonesia. Pada November 2025 lalu, perusahaan bekerja sama dengan PLN Indonesia Power berhasil melakukan uji campuran hidrogen pada mesin Wärtsilä 50DF di Pembangkit Pesanggaran, Bali. Uji coba tersebut mencapai campuran hidrogen hingga 23 persen pada beban parsial dan menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih baik serta emisi karbon dioksida yang lebih rendah dibandingkan pengoperasian gas alam murni.

“Perkembangan seperti uji coba hidrogen Bermeo dan uji campuran hidrogen Pesanggaran Bali menyoroti sifat teknologi mesin Wärtsilä yang siap menghadapi masa depan dan fleksibel terhadap bahan bakar. Melalui kolaborasi erat dengan pelanggan dan mitra kami di Indonesia, kami secara aktif mengeksplorasi bagaimana kemampuan ini dapat mendukung transisi Indonesia menuju energi bersih,” pungkas Teir.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar