Sebuah rumah adat yang berada di kawasan Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII, Jalan Sisingamangaraja, Medan, ludes dilalap api pada Senin siang. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Hingga saat ini, penyebab pasti kobaran api yang menghanguskan bangunan bersejarah tersebut belum diketahui.
Kepala Lingkungan III Kelurahan Teladan Barat, Zulkifli Nasution, menuturkan bahwa api pertama kali terlihat dari bagian pendopo rumah adat Batak di kompleks monumen tersebut. Ia menyaksikan percikan api yang kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan.
“Awalnya apinya kecil. Karena bahan bangunan rumah adat mudah terbakar, api dengan cepat membesar,” ujarnya.
Petugas dari Polsek Medan Kota, yang lokasinya tepat berada di depan monumen, menjadi pihak pertama yang berupaya memadamkan api. Mereka bertindak cepat sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran. Dua unit mobil damkar pun dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Meski pendopo hangus terbakar, sejumlah saksi mata mengaku melihat seorang remaja yang sempat berada di dalam area rumah adat sebelum kebakaran terjadi. Zulkifli menyampaikan keterangan dari saksi di lokasi kejadian.
“Katanya ada anak-anak tanggung (remaja) di atas pendopo sedang mengetok-ngetok sesuatu. Kemudian juru parkir datang dan menegur remaja tersebut. Setelah itu, remaja itu lari dengan mengenakan baju hijau,” katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, telah memulai proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII sendiri merupakan bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1979 dan diresmikan oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto, pada tahun 1992.
Artikel Terkait
Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Jaga Daya Beli dan Antisipasi Gejolak Global
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Tak Tahan Roy Suryo dan dr Tifa dalam Kasus Ijazah Jokowi
Unhas Wisuda 2.189 Lulusan, Didominasi Perempuan dan Catat Penurunan Mahasiswa Tak Tepat Waktu 55 Persen
Gubernur Banten Gunakan Beton untuk Jalan Desa, Minta Warga Jaga dari Truk Muatan Berlebih