PM Pakistan Shehbaz Sharif Bertemu Wapres AS JD Vance di Tengah Perundingan Teknis AS-Iran di Swiss

- Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45 WIB
PM Pakistan Shehbaz Sharif Bertemu Wapres AS JD Vance di Tengah Perundingan Teknis AS-Iran di Swiss

Pertemuan bilateral yang tidak terduga terjadi di sela-sela perundingan teknis antara Amerika Serikat dan Iran di Burgenstock, Swiss, pada Minggu, 21 Juni 2026, ketika Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. Pertemuan ini digelar di tengah upaya kedua negara besar untuk mendorong implementasi kesepakatan perdamaian yang telah dirintis sebelumnya.

Kantor Perdana Menteri Pakistan mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut berlangsung di Burgenstock, lokasi yang sama yang menjadi tuan rumah pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran. Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui media sosial X, sebagaimana dikutip dari India Today, disebutkan bahwa pertemuan itu merupakan bagian dari rangkaian perundingan teknis AS-Iran sebagai tindak lanjut dari Memorandum Islamabad.

“Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance di sela-sela perundingan teknis AS-Iran sebagai tindak lanjut Memorandum Islamabad yang berlangsung di Burgenstock, Swiss,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sharif tiba di Swiss pada hari yang sama, didampingi oleh Panglima Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Sebuah video yang dibagikan oleh pemerintah Pakistan memperlihatkan momen ketika Sharif dan Munir berjabat tangan dengan Vance, Utusan Khusus AS Steve Witkoff, serta penasihat Presiden AS Jared Kushner.

Sebelum pertemuan itu berlangsung, JD Vance telah mengakui peran penting Pakistan dalam memfasilitasi proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Pakistan diketahui menjadi mediator utama dalam pembahasan yang menghasilkan Memorandum Islamabad, sebuah kesepakatan yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada pekan sebelumnya.

Kesepakatan tersebut membuka periode negosiasi selama 60 hari untuk menyelesaikan berbagai isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara. Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi dilaporkan berada di Teheran dan disebut telah melakukan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, meskipun kunjungan tersebut tidak diumumkan sebelumnya.

Delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf telah tiba di Swiss untuk mengikuti pembicaraan teknis. Mediator dari Qatar serta sejumlah pejabat senior Swiss juga turut hadir dalam rangkaian pertemuan tersebut. Pembicaraan teknis ini awalnya dijadwalkan dimulai pada Jumat, namun mengalami penundaan akibat meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.

Salah satu isu utama yang menjadi fokus dalam negosiasi adalah masa depan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dalam kondisi normal menjadi rute bagi sekitar 20 persen pasokan energi dunia. Memorandum Islamabad sebelumnya telah membuka kembali jalur pelayaran di selat tersebut. Namun, Iran menyatakan pada Sabtu bahwa mereka kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

Sementara itu, JD Vance menegaskan bahwa jalur pelayaran tersebut masih terbuka untuk aktivitas pengiriman internasional. Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa Washington dapat memberlakukan tarif atau biaya transit Amerika di Selat Hormuz apabila kesepakatan final dengan Iran gagal dicapai dalam waktu 60 hari.

Pertemuan antara Sharif dan Vance berlangsung ketika delegasi dari Amerika Serikat, Iran, Pakistan, Qatar, dan Swiss berkumpul di Burgenstock untuk melanjutkan negosiasi yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan permanen terkait program nuklir Iran, pencabutan sanksi, serta stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar