Pemerintah Targetkan 225.000 Rumah Tangga Prasejahtera Nikmati Listrik pada 2026

- Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB
Pemerintah Targetkan 225.000 Rumah Tangga Prasejahtera Nikmati Listrik pada 2026

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) terus menggenjot pemerataan akses energi melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sebagai wujud nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam kunjungannya ke Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat (19/6/2026), secara simbolis menyalakan listrik bagi salah satu penerima manfaat BPBL tahun ini. Ia menegaskan bahwa akses terhadap listrik merupakan hak dasar setiap warga negara.

“Bagaimana orang bisa sekolah pintar, bagaimana orang bisa akses informasi dari luar maupun dari dalam cepat. Bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi. Jadi saya pikir ini (listrik) salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan,” ujar Bahlil.

Pemerintah, melalui BPBL, berkomitmen memastikan masyarakat prasejahtera dapat menikmati akses listrik. Pada 2026, program ini menargetkan menjangkau 225.000 rumah tangga di seluruh Indonesia, dengan 24.000 rumah tangga di antaranya berada di Provinsi Jawa Tengah. Sepanjang 2025, realisasi BPBL telah mencapai 220.845 rumah tangga secara nasional, termasuk 19.161 rumah tangga di Jawa Tengah.

Di sisi lain, Bahlil juga meninjau realisasi Program Lisdes 2025. Ia menyampaikan bahwa percepatan pemerataan akses listrik merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), mendapatkan manfaat pembangunan secara merata. “Memang saudara-saudara kita yang belum dapat listrik itu adalah selalu jauh dengan akses gardu induk. Jadi secara bisnis oleh PLN tidak masuk, maka pemerintah harus hadir. Karena arahan Bapak Presiden itu bukan persoalan mahalnya, tapi pelayanannya. Setiap warga negara punya hak yang sama untuk negara hadir dalam memberikan listrik,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah terus memperluas infrastruktur kelistrikan melalui Lisdes. Sepanjang 2025, program ini telah terealisasi di 1.403 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk 113 lokasi di Jawa Tengah. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi secara nasional, dengan 16 lokasi di antaranya berada di Jawa Tengah.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan perusahaannya mendukung agenda pemerataan akses listrik hingga ke wilayah 3T sesuai arahan Kementerian ESDM. Sepanjang 2025, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4.856,17 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.662,68 kms, serta gardu distribusi berkapasitas 105.280 kilovolt ampere (kVA) untuk merealisasikan Lisdes di 1.403 lokasi.

“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri. Melalui Program Lisdes, kami terus memperluas infrastruktur kelistrikan agar semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah 3T, dapat menikmati listrik sekaligus mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional,” jelas Darmawan.

Pemerataan akses listrik juga diperkuat melalui BPBL yang diinisiasi Kementerian ESDM. Program ini menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum mampu melakukan pasang baru listrik, meskipun jaringan listrik telah tersedia di wilayahnya. “Program BPBL ini membantu menjembatani masyarakat yang sudah berada di wilayah berlistrik namun belum mampu melakukan penyambungan. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pendidikan anak, serta memperbaiki kualitas hidup keluarga,” kata Darmawan.

Salah satu penerima manfaat program ini, Markamah (58), seorang penganyam bambu, merasakan langsung dampak positif kehadiran listrik. Ia kini bisa meningkatkan produktivitasnya hingga malam hari. “Alhamdulillah sudah punya (listrik) sendiri. Makasih sama Bapak Menteri, yang telah membantu saya. Jadi saya sangat senang sekali, sangat bermanfaat untuk saya dan keluarga saya. Kalau malam-malam saya bisa jadi lembur bikin besek ini,” pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar