IPO Asia Tenggara Turun 30 Persen, Dana Terkumpul Justru Melonjak 85 Persen

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:20 WIB
IPO Asia Tenggara Turun 30 Persen, Dana Terkumpul Justru Melonjak 85 Persen

Pasar keuangan Asia Tenggara mencatat 35 penawaran umum perdana (IPO) pada paruh pertama 2026, dengan total dana terkumpul mencapai USD2,5 miliar atau sekitar Rp44,8 triliun. Jumlah ini turun 30 persen dibandingkan 50 IPO pada periode yang sama tahun lalu, namun nilai dana yang berhasil dihimpun justru melonjak 85 persen.

Laporan dari EY menunjukkan bahwa Singapura dan Malaysia menjadi motor utama aktivitas IPO di kawasan ini sepanjang Januari-Juni. Singapura mencatat lima IPO dengan total dana mencapai USD1,1 miliar, melonjak tajam dibandingkan satu IPO yang hanya mengumpulkan USD4,5 juta pada paruh pertama 2025.

Sementara itu, Malaysia tetap menjadi pasar IPO tersibuk di Asia Tenggara berdasarkan jumlah pencatatan saham. Negeri jiran itu mencatat 28 IPO yang mengumpulkan USD1,4 miliar, turun tipis dari 29 kesepakatan senilai USD898 juta pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Indonesia dan Thailand sama-sama hanya mencatat satu IPO masing-masing. Indonesia mengumpulkan USD17,8 juta, jauh di bawah 14 pencatatan saham yang meraup USD427,5 juta pada semester pertama 2025. Thailand juga hanya mengumpulkan USD10,4 juta, dibandingkan lima kesepakatan senilai USD27,4 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Meski jumlah IPO berkurang, lonjakan nilai dana yang terkumpul menunjukkan minat investor yang kuat terhadap pasar modal Asia Tenggara, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags