3.167 Guru Profesional Dikukuhkan, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Garda Terdepan Pembentukan Karakter di Era Digital

- Minggu, 21 Juni 2026 | 16:35 WIB
3.167 Guru Profesional Dikukuhkan, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Garda Terdepan Pembentukan Karakter di Era Digital

Sebanyak 3.167 guru profesional resmi dikukuhkan dan diambil sumpahnya dalam prosesi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Sabtu (20/6/2026). Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), Wihaji, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan orasi ilmiah yang menekankan perubahan fundamental peran guru di era digital.

Menurut Wihaji, tugas pendidik saat ini tidak lagi sekadar mentransfer ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya pengaruh teknologi, guru justru menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan moral kepada peserta didik.

“Tugas utama guru hari ini adalah transfer of values. Untuk mencari ilmu, anak-anak bisa memanfaatkan AI atau Google. Namun untuk membentuk karakter, moral, dan jangkar spiritual, tetap membutuhkan kehadiran guru,” ujar Wihaji di Auditorium Student Center Prof Dr Achmadi, Kampus 3 UIN Salatiga.

Ia menjelaskan, kompleksitas tantangan yang dihadapi para pendidik kian bertambah. Selain mengejar target kurikulum, guru harus berhadapan dengan berbagai persoalan sosial yang memengaruhi perkembangan mental anak, seperti judi online, pornografi, perundungan siber, hingga menurunnya kualitas komunikasi dalam keluarga.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wihaji juga menandatangani nota kesepahaman antara Kemendukbangga/BKKBN dan UIN Salatiga. Kerja sama ini bertujuan memperkuat implementasi program Bangga Kencana melalui jalur pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Keluarga dan sekolah harus berjalan bersama. Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika kedua pilar ini berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Rektor UIN Salatiga, Zakiyuddin, menilai pesan yang disampaikan Menteri Wihaji sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Menurutnya, guru profesional memiliki peran strategis sebagai penghubung antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi masa depan.

“Guru tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing karakter dan spiritualitas peserta didik di tengah gempuran pengaruh negatif dari gawai,” ujarnya.

Dari sisi teknis, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga, Rasimin, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang dikukuhkan telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKMPPG). Dari total 3.167 peserta, sebanyak 1.766 guru mengikuti prosesi secara luring, sedangkan sisanya mengikuti secara daring. Peserta berasal dari berbagai program studi, di antaranya Guru Kelas MI, Guru Kelas RA, Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab, Akidah Akhlak, Fikih, Quran Hadis, dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Pengukuhan ini menandai lahirnya ribuan guru profesional baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan sekaligus menjadi penggerak penguatan karakter generasi muda Indonesia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar