BNI Dukung Penuh Kenaikan BI Rate Jadi 5,75 Persen demi Jaga Stabilitas Ekonomi

- Minggu, 21 Juni 2026 | 09:30 WIB
BNI Dukung Penuh Kenaikan BI Rate Jadi 5,75 Persen demi Jaga Stabilitas Ekonomi

Langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan suku bunga acuan mendapat dukungan penuh dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Keputusan bank sentral untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dinilai sebagai langkah taktis yang krusial dalam membentengi perekonomian nasional dari gejolak global.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa bauran kebijakan yang ditempuh otoritas moneter tersebut sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menekan laju inflasi domestik. Menurutnya, langkah mitigasi ini diyakini mampu memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan investor internasional terhadap prospek pasar keuangan Tanah Air.

“BNI mendukung kebijakan Bank Indonesia sebagai langkah antisipatif dalam merespons meningkatnya ketidakpastian global. Kebijakan yang terukur dan kredibel menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi,” jelas Okki dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6/2026).

Okki menegaskan bahwa kenaikan BI Rate tidak menggoyahkan stabilitas operasional emiten perbankan berkode saham BBNI tersebut. Dengan fondasi keuangan yang solid, permodalan yang tebal, serta kecukupan likuiditas yang melimpah, BNI optimistis laju penyaluran pembiayaan ke masyarakat akan tetap mengalir secara sehat.

Meski demikian, manajemen BNI tetap bersikap realistis dalam mengkalkulasi dampak transmisi suku bunga baru terhadap dinamika permintaan kredit di pasar. Strategi yang diterapkan perseroan adalah melakukan penyaringan portofolio secara lebih ketat guna mengawal kualitas aset. Pembiayaan akan diprioritaskan untuk mengalir ke sektor-sektor produktif utama yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk mengimbangi fluktuasi biaya dana akibat kenaikan BI Rate, BNI kian agresif memacu agenda transformasi digital. Langkah efisiensi berbasis teknologi ini dioptimalkan untuk menekan biaya operasional sekaligus menyodorkan layanan perbankan yang aman, cepat, dan minim hambatan bagi nasabah.

Akselerasi digital ini juga diikat erat dengan komitmen penegakan tata kelola perusahaan yang baik serta disiplin manajemen risiko secara menyeluruh. Perseroan secara berkala melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan portofolio kredit dan likuiditas guna mengantisipasi gejolak pasar secara dini.

“Dengan fokus pada transformasi, penguatan tata kelola, dan pengelolaan risiko yang disiplin, BNI terus berupaya menjaga kinerja yang sehat serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Okki.

Ke depan, BNI berkomitmen untuk terus bersikap adaptif dalam menyelaraskan peta jalan bisnis korporasi dengan arah kebijakan makroekonomi pemerintah serta bank sentral, demi menjamin keberlanjutan pertumbuhan bisnis yang berkualitas tinggi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar