Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah DKI Jakarta pada Minggu, 21 Juni 2026, yang menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah ibu kota akan diselimuti cuaca cerah sepanjang hari, meskipun potensi hujan ringan masih mengintai di beberapa titik administrasi.
Dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada hari yang sama, BMKG mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca. “Warga DKI Jakarta diimbau tetap mengantisipasi perubahan cuaca, khususnya di wilayah Administrasi Kepulauan Seribu dan Kota Jakarta Timur yang diprakirakan mengalami hujan ringan,” tulis lembaga tersebut.
Kepulauan Seribu menjadi salah satu wilayah yang diprediksi akan diguyur hujan ringan. Suhu udara di kawasan utara Jakarta itu diperkirakan lebih rendah dibandingkan wilayah lain, yakni berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara di sana pun diprakirakan berada di angka 75 hingga 87 persen.
Kondisi serupa juga diperkirakan melanda Kota Jakarta Timur. Berdasarkan pemodelan cuaca BMKG, suhu udara di wilayah tersebut akan berada pada rentang 25 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang bervariasi antara 62 hingga 92 persen.
Sementara itu, empat wilayah administrasi lainnya Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan diprediksi akan menikmati cuaca cerah. Suhu udara di kawasan-kawasan tersebut bergerak stabil, dengan angka minimal 25 derajat Celsius dan suhu maksimal tertinggi mencapai 31 derajat Celsius di Jakarta Selatan.
Tingkat kelembapan udara di wilayah yang cerah terpantau berada pada rentang rata-rata 61 hingga 92 persen. Kombinasi suhu dan kelembapan ini membuat cuaca terasa cukup terik pada siang hari, namun tetap sejuk ketika malam tiba.
Artikel Terkait
Menteri Perumahan Jamin Bunga KPR Subsidi Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik
Suporter Jepang Dipuji Bersihkan Stadion, Tapi Dikritik Karena Minim Bantu Pekerjaan Rumah Tangga
Menkeu: Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Prima, Inflasi Terkendali di 3,08 Persen
Masyarakat Adat Papua Panen Perdana di Lahan Hak Ulayat, Kini Bisa Nikmati Beras Lokal Lebih Murah