Iran Tutup Selat Hormuz, AS Siaga Penuh di Jalur Pelayaran Strategis

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 23:05 WIB
Iran Tutup Selat Hormuz, AS Siaga Penuh di Jalur Pelayaran Strategis
Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz sebagai respons atas serangan militer Israel terhadap Lebanon. Langkah ini segera memicu reaksi dari militer Amerika Serikat yang menyatakan tetap siaga penuh di jalur pelayaran strategis tersebut. Komando Pusat AS, atau CENTCOM, dalam pernyataan resminya pada Sabtu (20/6/2026) menegaskan bahwa pasukan Amerika tetap berada di posisi dan dalam kondisi waspada. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi dan dilaksanakan secara penuh. CENTCOM, yang membawahi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, melaporkan bahwa sebanyak 55 kapal komersial telah melintasi selat tersebut pada hari yang sama. Mereka memastikan bahwa jalur aman melalui perairan internasional masih berfungsi hingga saat ini. Pernyataan itu dirilis sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Sejak awal, Iran telah menyatakan bahwa penutupan selat itu merupakan respons langsung terhadap serangan Israel ke Lebanon. Teheran menilai tindakan Israel tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan rapuh yang telah dijalin dengan Amerika Serikat. Ketegangan ini muncul di tengah rencana pertemuan antara negosiator AS dan Iran di Swiss. Kedua pihak dijadwalkan melanjutkan pembicaraan mengenai implementasi perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Wakil Presiden AS, JD Vance, dalam wawancara dengan Fox News sebelum pengumuman Iran, mengungkapkan bahwa ia memperkirakan akan terbang ke Swiss dalam beberapa hari ke depan untuk ambil bagian dalam proses negosiasi tersebut. Sementara itu, perusahaan pelacak maritim mencatat bahwa pada hari Jumat lalu, volume lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz telah mencapai tingkat tersibuk dalam dua bulan terakhir.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar