Iwan Sunito: Pengusaha Indonesia yang Justru Makin Agresif di Tengah Lesunya Pasar Properti Australia

- Kamis, 11 Desember 2025 | 14:54 WIB
Iwan Sunito: Pengusaha Indonesia yang Justru Makin Agresif di Tengah Lesunya Pasar Properti Australia

Lanskap properti Australia lagi-lagi dirundung berita suram. Minat investor asing, terutama dari Cina daratan yang dulu jadi tulang punggung, terus merosot. Tapi di tengah tekanan ini, ada yang justru melaju kencang. Iwan Sunito, pengusaha asal Surabaya yang sudah lama berkecimpung di Australia, tampaknya punya resep sendiri. Perusahaannya tak ikut-ikutan mengerem, malah terlihat agresif berekspansi.

Banyak pengembang lain memilih konsolidasi, menunda proyek, atau mengubah strategi menyusul aturan pajak baru untuk pembeli asing. Namun begitu, perusahaan Iwan justru menunjukkan performa yang solid. Mereka malah mempercepat akuisisi dan memperluas skala usaha, dengan kinerja yang diklaim jauh di atas rata-rata industri.

Baru-baru ini, One Global Capital perusahaan miliknya mencapai sebuah tonggak penting. Mereka berhasil mengantongi lisensi AFSL Wholesale penuh. Lisensi ini membuka pintu lebar-lebar. Perusahaan kini bisa mengelola modal dari investor-investor besar dan institusi dengan struktur yang lebih canggih. Intinya, mereka berevolusi. Dari yang awalnya fokus sebagai pengembang, kini bertransformasi jadi platform manajemen dana dan investasi real estat internasional.

Perubahan ini sekaligus memperluas jangkauan. Basis investor dari Indonesia, dengan kelas menengah atas yang tumbuh pesat, kini bisa lebih mudah mengakses peluang di Australia.

Strategi Iwan ternyata sudah disiapkan dari jauh hari. Dalam dua tahun terakhir, portofolio perusahaannya merambah ke koridor-koridor pertumbuhan paling dinamis di Sydney. Kawasan seperti Green Square, Chatswood, Macquarie Park, dan Eastlakes jadi sasaran. Pemilihannya bukan cuma ikut tren, tapi lebih melihat potensi jangka panjang.

Ambil contoh Eastlakes One Global Gallery. Proyek ini jadi bukti nyata strategi 'counter-cyclical' mereka berani bergerak melawan arus pasar. Awalnya cuma pusat ritel lingkungan biasa, kini berkembang jadi mesin bisnis yang jauh melebihi proyeksi. Rahasianya? Pendapatan sewanya kuat, ditopang ekosistem ritel yang dikurasi khusus untuk komunitas sekitar.

“Disiplin strategi, kriteria seleksi aset, dan kekuatan berinvestasi pada kawasan yang memiliki nilai masa depan menjadi hal yang wajib diperhitungkan,”

Demikian penjelasan Iwan Sunito, Founder & CEO One Global Capital, Kamis lalu.

Ia juga memberikan kabar yang mungkin menggembirakan bagi para investor. Perusahaannya sedang mempersiapkan pembagian dividen tahap pertama di akhir 2025, yang akan dilanjutkan pada kuartal pertama tahun 2026.

Di sisi lain, momentum positif terus berlanjut. Di Macquarie Park, pembangunan hotel keempat mereka akan menggunakan teknologi Robotic Volumetric Modular Construction. Teknologi ini disebut bisa mempercepat waktu pengerjaan dan tentu saja, lebih ramah lingkungan.

Konstruksinya ditargetkan mulai Juli 2026 dan selesai dalam 12 bulan. Hotel ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan penanda dimulainya platform hotel modular mereka secara global.

“Setelah kami mengamankan dua proyek besar berikutnya di Australia, Indonesia akan menjadi babak selanjutnya. Platform hotel modular kami dirancang untuk ekspansi global, dan Indonesia akan menjadi salah satu pasar pertama yang kami masuki,”

urai Iwan tentang rencana jangka panjangnya.

Dengan pengalaman lebih dari seperempat abad dan berbagai kolaborasi strategis, Iwan kini membuka akses platformnya ke investor yang lebih luas. Semua ini berjalan menjelang rencana IPO di tahun 2031.

Samuel Sunito, Director of Fund One Global Capital, menegaskan hal serupa. Menurutnya, platform mereka menawarkan sesuatu yang unik: akses setingkat wholesale untuk investor ritel.

“Filosofi kami sederhana: ketika investor kami tumbuh, kami tumbuh bersama mereka. Kesuksesan mereka adalah kesuksesan kami,”

tutur Samuel, lulusan University of Southern California ini.

Jadi, sementara pasar mungkin lesu, ceritanya bisa sangat berbeda bagi yang punya strategi tepat. Mereka tak sekadar bertahan, tapi justru menemukan momentum untuk melompat lebih jauh.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler