Pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa pada Jumat, 19 Juni 2026, dipicu oleh terganggunya pasokan batu bara di sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). PT PLN (Persero) mengakui bahwa insiden ini terjadi akibat kendala distribusi bahan bakar fosil tersebut ke beberapa unit pembangkit strategis di wilayah barat dan timur Jawa.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa pembangkit yang mengalami masalah pasokan meliputi PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya unit 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu di Jawa bagian barat. Sementara itu, di wilayah timur, pasokan batu bara sempat terhambat menuju PLTU Paiton 1 dan 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-awar.
Namun, Darmawan memastikan bahwa saat ini seluruh PLTU tersebut telah kembali mendapatkan pasokan batu bara dan secara bertahap memulihkan operasinya untuk menyalurkan listrik kepada masyarakat.
“Saat ini proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami atau PLTU Independent Power Producer,” ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurut Darmawan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menginstruksikan percepatan penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara, khususnya untuk jenis medium rank coal yang telah mendapatkan penugasan dari pemerintah. “Dalam proses ini, kami berkoordinasi secara intens, kontinu, terus-menerus dengan tim Dirjen Minerba sehingga proses penandatanganan kontrak ini bisa berjalan dengan cepat,” katanya.
Di sisi lain, perseroan juga menghadapi tantangan teknis yang memperburuk situasi. Darmawan menyebutkan bahwa dua pembangkit besar milik Independent Power Producer (IPP) mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa. “Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami. Ada dua pembangkit IPP yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” tambahnya.
Atas rangkaian kejadian tersebut, PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. “Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” pungkas Darmawan.
Artikel Terkait
Tim Pemkot Bogor Juarai Padel Battle Persahabatan Lawan Black Cats di Dream Padel
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usaha Salip di Jombang
PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik di Jawa Akibat Kekurangan Pasokan Batu Bara dan Gangguan Teknis PLTU
Penikaman di Mal Krasnodar, Satu Wanita Tewas dan Lima Luka-Luka, Pelajar 19 Tahun Ditangkap