Trump: Israel Akan Hancur Tanpa Dukungan AS

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:35 WIB
Trump: Israel Akan Hancur Tanpa Dukungan AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada Israel dengan menyatakan bahwa negara tersebut akan "hancur lebur" tanpa dukungan dirinya. Pernyataan kontroversial itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan media Axios yang dipublikasikan pada Jumat, 19 Juni lalu, dan menjadi sorotan karena nada ancaman yang jarang terdengar dari seorang sekutu dekat.

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung perannya dalam menjaga Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetap "waras" terkait situasi di Lebanon. Ia mengklaim memiliki hubungan baik dengan Netanyahu, namun secara terang-terangan menyatakan bahwa para pejabat Tel Aviv "melakukan apa yang saya katakan." Klaim ini menegaskan keyakinan Trump bahwa pengaruhnya terhadap kebijakan militer Israel sangat dominan.

Trump secara eksplisit mengkritik sekutunya tersebut dan mengaku telah kehilangan rasa hormat terhadap "kalangan garis keras" di Israel yang terus mendorong perang melawan Iran. Ia kemudian menekankan superioritas militer Amerika Serikat dengan menyebut bahwa Washington-lah pemasok utama "senjata" dan "pesawat pengebom" bagi Israel. Tanpa kontribusi itu, menurutnya, Israel tidak akan mampu bertahan.

"Jika bukan karena Donald Trump dan Bibi Netanyahu bekerja sama secara baik dengan saya, tetapi dia akan memberitahu Anda, kamilah yang memiliki senjata, kamilah yang mendapatkan seluruh kesepakatan, kamilah yang memiliki pesawat pengebom B-2, dan lain-lain," kata Trump kepada reporter Axios, Mark Caputo.

"Jika bukan karena Donald Trump, Israel akan hancur lebur," tegas Trump dengan nada memperingatkan.

Pernyataan itu menggemakan komentar Trump pada awal pekan yang sama, di mana ia menegaskan bahwa "tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel." Ketika ditanya lebih lanjut apakah dirinya mampu mencegah Israel menyerang Hizbullah di Lebanon demi mempertahankan kesepakatan damai dengan Iran, Trump menjawab dengan penuh keyakinan. "Iya, saya akan mampu melakukannya. Mereka sangat menghormati saya, dan mereka melakukan apa yang saya katakan," ucapnya.

Sementara itu, pernyataan Trump ini bertepatan dengan pengumuman perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang mulai berlaku pada Jumat sore pukul 16.00 waktu setempat. Namun, di tengah kesepakatan tersebut, Israel dilaporkan terus melanjutkan serangan terhadap wilayah Lebanon yang diklaim menargetkan kelompok Hizbullah.

Awal pekan ini, Trump menyarankan Netanyahu untuk menggunakan "pendekatan lebih lunak" di Lebanon. Ia mengingatkan bahwa Israel tidak perlu "merobohkan bangunan setiap kali seseorang dari Hizbullah masuk ke dalamnya" sebuah kritik terselubung terhadap taktik pengeboman Israel yang marak terjadi di area permukiman Lebanon.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags