Trump Klaim Militer Iran Lumpuh Total, Bantah Kritik Demokrat soal Kebijakan Timur Tengah

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:35 WIB
Trump Klaim Militer Iran Lumpuh Total, Bantah Kritik Demokrat soal Kebijakan Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah lumpuh total akibat konflik berkepanjangan. Pernyataan tersebut disampaikan untuk membantah kritik yang dilontarkan Partai Demokrat terhadap cara pemerintahannya menangani situasi di Iran.

“Perang telah melemahkan Iran!” tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social, sebagaimana dikutip dari laporan yang beredar pada Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam pernyataannya, ia secara tegas menyebut bahwa Iran tidak lagi memiliki angkatan udara, angkatan laut, perlengkapan pertahanan udara, radar, maupun hampir seluruh alat utama sistem persenjataannya.

Klaim tersebut sekaligus menjadi respons terhadap pernyataan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang menilai bahwa Trump menggunakan berbagai titik tawar dalam negosiasi untuk mengamankan nota kesepahaman demi kesepakatan damai antara kedua negara. Khamenei sebelumnya menyebut langkah itu sebagai bentuk keputusasaan dari pihak Amerika Serikat.

“Kita tidak bertemu karena putus asa. Iran lah yang putus asa. Mereka SUDAH SELESAI! Kita akan melanjutkan selama 60 hari. Mereka tidak akan mendapatkan uang, bahkan sepuluh sen pun!” tegas Trump dalam unggahannya.

Di sisi lain, Trump juga menyoroti argumen yang disampaikan Partai Demokrat yang menyebut bahwa posisi Iran saat ini justru lebih kuat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Ia mengecam pernyataan tersebut dengan nada sinis.

“Namun Partai Demokrat mengatakan bahwa Iran sekarang lebih baik daripada empat bulan lalu. Bisakah Anda bayangkan bisa lolos setelah mengatakan hal itu??? Betapa bodohnya beberapa orang???” ucap Trump mengkritik partai lawannya itu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar