Anggota DPR RI, Rachmat Gobel, mempersembahkan tiga destinasi wisata sekaligus sebagai bagian dari persiapan menyambut penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Ketiga lokasi tersebut adalah Pentadio Resort, Menara Pakaya, dan Danau Perintis. “Semuanya kami persembahkan untuk rakyat Gorontalo dan para tamu peserta Penas,” ujarnya pada Jumat, 19 Juni 2026.
Penas merupakan agenda nasional yang digelar pemerintah pusat setiap empat tahun sekali dan digagas oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Pada tahun ini, kegiatan berlangsung di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mulai 20 Juni hingga 25 Juni 2026. Rencananya, acara akan dibuka oleh Wakil Presiden dan ditutup oleh Presiden. Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, termasuk Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), KTNA, para penyuluh, dinas terkait, serta perusahaan-perusahaan. Ribuan peserta dari seluruh Indonesia diperkirakan akan memadati lokasi kegiatan.
“Sebagai tuan rumah, kami harus menyambut tamu dengan baik dan memberikan kesan positif tentang Gorontalo. Sebagai bagian dari rakyat Gorontalo, saya harus ikut berpartisipasi. Karena saya bukan bagian dari panitia, maka yang bisa saya lakukan adalah berkontribusi pada aspek pendukungnya,” kata Rachmat Gobel.
Meskipun pusat kegiatan berada di Kabupaten Gorontalo, kemeriahan acara akan terasa di tiga kawasan, yakni Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango. Sebelumnya, Rachmat Gobel telah menata tiga titik destinasi wisata, yaitu Pantai Tamendao di Kota Gorontalo, Danau Perintis di Kabupaten Bone Bolango, serta Menara Pakaya di Kabupaten Gorontalo. Namun, khusus untuk menyambut Penas, ia kembali melakukan penataan di Menara Pakaya dan Danau Perintis, serta merevitalisasi kawasan pemandian air panas Pentadio.
Di Menara Pakaya, Gobel mempercantik lampu-lampu menara dengan desain yang lebih baik. Pada 2019, ia telah memasang lampu di menara yang dibangun oleh Ahmad Pakaya saat menjabat sebagai bupati dan diresmikan pada 2003. Setelah pemasangan lampu, menara terlihat indah pada malam hari, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun tumbuh, menghidupkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, hanya ada tiga menara di dunia yang dihiasi lampu, yaitu Menara Eiffel, Menara Tokyo, dan Menara Pakaya. Selain itu, ia mempercantik bagian kaki dan tiga lantai menara dengan memasang lempeng tembaga berdesain artistik, klasik, dan megah. Dengan pemasangan lempeng tersebut, menara juga tampak indah pada siang hari. Proses pembuatan lempeng telah berlangsung selama 15 bulan dan melibatkan 45 seniman dari Yogyakarta. Desain lempeng melambangkan kehidupan pertanian dan nelayan. Sementara itu, tiga lantai menara akan dibangun kafe dan diorama, meskipun saat ini baru pemasangan lempeng tembaga yang berhasil diselesaikan.
Artikel Terkait
Trump Klaim Militer AS Terkuat di Dunia Usai Konflik Iran Berujung Kesepakatan Damai
Pikap Terguling di Tol MBZ Cikarang Barat, Lalu Lintas Arah Cikampek Macet Parah
Butet Kartaredjasa Serahkan Lukisan Jalan Salih Versi Jawa ke Paus Leo XIV di Vatikan
IHSG Terkoreksi 0,73 Persen ke Level 6.127, Sektor Kesehatan Paling Tertekan