Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk menyusun program pembangunan yang terukur dengan berpedoman pada data Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini diambil agar setiap kebijakan dan program pemerintah daerah berjalan lebih terstruktur serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan kepada wartawan pada Kamis, 18 Juni 2026. Menurut politikus yang akrab disapa BupAAS itu, pembangunan daerah tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Sebaliknya, perencanaan harus dibangun melalui pendekatan rantai nilai ekonomi yang utuh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“Semua program yang kita jalankan harus sesuai dengan rekomendasi dan data dari BPS agar terukur dan terstruktur. Tata niaga harus dibangun dari hulu sampai hilir sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kepala Dinas Pertanian ini mencontohkan sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Bone. Menurutnya, pengembangan pertanian tidak hanya berbicara soal produksi hasil panen, tetapi juga harus memperhatikan seluruh mata rantai usaha yang mendukungnya.
Ia merinci, pada usaha penangkaran benih misalnya, terdapat banyak sektor yang ikut bergerak dan menyerap tenaga kerja. Prosesnya mencakup produksi benih, pengemasan, percetakan label, pengujian laboratorium, persemaian, distribusi, hingga transportasi.
“Ketika sektor pertanian berkembang, maka tenaga kerja yang terlibat juga semakin banyak. Ada yang membuat kemasan, mencetak label, melakukan uji laboratorium, mengelola persemaian, hingga mendistribusikan produk. Semua itu menciptakan efek berganda bagi perekonomian,” jelasnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bone tidak hanya fokus pada peningkatan produksi komoditas. Mereka juga mendorong tumbuhnya sektor industri pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah terhadap hasil-hasil pertanian masyarakat. Dengan penguatan sektor industri, hasil produksi tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi yang mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kita fokus membangun industrinya juga. Jika hilirisasi berjalan, maka nilai tambahnya akan lebih besar, lapangan kerja bertambah, dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Inilah yang menjadi arah pembangunan ekonomi Bone ke depan,” tegas peraih tanda kehormatan presiden bidang pertanian tersebut.
Melalui pendekatan pembangunan berbasis data dan penguatan ekonomi dari hulu hingga hilir, Pemerintah Kabupaten Bone optimistis mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi VI DPR dan Wali Kota Pekanbaru Tinjau Langsung MBG, Tegaskan Program Harus Dilanjutkan Bukan Dihentikan
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Setinggi 800 Meter Terpantau ke Arah Barat Laut
Pramono Anung Pastikan Rekrutmen Padat Karya 2.843 Lowongan di Jakarta Transparan, Bebas Ordal
Pemprov DKI Targetkan Angka Stunting Turun ke 15 Persen Lewat Sosialisasi Gizi dan Kesehatan Mental