Proses eksekusi lahan eks Hotel Sultan memasuki babak baru pada Kamis siang, saat panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mulai menjalankan putusan pengadilan di tengah aktivitas hotel yang masih berjalan. Sarapan pagi di restoran hotel masih tersaji rapi ketika petugas masuk, menandakan bahwa operasional tempat tersebut belum sepenuhnya berhenti meskipun proses hukum tengah berlangsung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sajian makan pagi masih tersusun lengkap hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Menu tradisional seperti soto dan kue jajanan pasar tampak tersedia, sementara makanan ala barat seperti salad, roti, sosis, dan sereal juga masih terpajang. Menariknya, sebagian besar hidangan tersebut masih dalam keadaan utuh, belum banyak tersentuh pengunjung. Sebuah dispenser jus berisi jus jeruk dan semangka bahkan masih tersisa setengah isinya.
Di sisi lain, proses eksekusi yang dilakukan oleh panitera PN Jakarta Pusat ini merupakan tindak lanjut dari putusan sengketa lahan yang telah berkekuatan hukum tetap. Petugas dari pengelola Gelora Bung Karno (GBK) mulai memasuki area hotel sekitar pukul 10.10 WIB, didampingi aparat kepolisian. Sejumlah polisi tampak membawa tameng dan perlengkapan lengkap, sementara personel lain berjaga ketat di sekitar lobi hotel.
Suasana di area resepsionis mulai berubah. Meja penerimaan tamu tampak kosong, sementara petugas dari GBK berkerumun di sekitarnya. Beberapa petugas lainnya terlihat mengunci sejumlah pintu kaca hotel, menandakan bahwa akses masuk dan keluar mulai dibatasi secara bertahap.
Saat petugas memasuki hotel, sejumlah tamu masih berada di dalam. Beberapa orang dewasa hingga anak kecil terlihat baru turun dari lantai atas. Polisi wanita (polwan) kemudian ikut mendampingi para penghuni untuk keluar dari hotel secara perlahan sambil membawa koper masing-masing. Proses evakuasi berlangsung dengan tertib, meskipun suasana tetap diwarnai ketegangan khas pelaksanaan eksekusi aset bernilai tinggi.
Artikel Terkait
Belanda Hadapi Swedia di Laga Krusial Piala Dunia 2026, Jerman Uji Kekuatan Lawan Pantai Gading
Jemaah Haji Napak Tilas Gua Hira, Saksi Bisu Turunnya Wahyu Pertama
PDIP Dinilai Masih Ambigu soal Sikap ke Pemerintahan Prabowo, Demokrat dan PKB Desak Kejelasan
Tabrakan Kereta Barang di Munich Tewaskan Satu Orang, Selang Beberapa Jam dari Kecelakaan Maut di Inggris