Langkah besar akhirnya diambil Reza Arya Pratama. Kiper kelahiran Parepare itu resmi menjadi benteng baru Persebaya Surabaya, sebuah keputusan yang membuka babak baru dalam karier profesionalnya sekaligus menutup perjalanan panjangnya bersama PSM Makassar.
Reza datang ke Surabaya dengan status rekrutan anyar Green Force. Ia menjadi salah satu dari lima pemain baru yang direkrut musim ini. Persebaya bahkan langsung mengikatnya dengan kontrak berdurasi panjang, sebuah tanda kepercayaan besar terhadap kualitas penjaga gawang berusia 26 tahun itu.
Bagi Reza, kepindahan ini bukan sekadar perpindahan klub. Ini adalah lompatan besar dari zona nyaman menuju tantangan baru. Mayoritas kariernya selama ini ia habiskan di tanah Sulawesi, dan kini ia siap menaklukkan panggung baru bersama Bajol Ijo.
“Bagi saya, bergabung dengan Persebaya adalah langkah maju dalam perjalanan karier. Sebelumnya saya bermain di PSM Makassar, klub bersejarah yang juga memiliki tradisi besar,” ujarnya usai meneken kontrak, Rabu (17/6/2026).
“Kini saya mendapat kesempatan membela Persebaya, salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia. Saya berharap bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal untuk tim ini,” tambah Reza.
Keputusan meninggalkan klub lama tidak diambil secara tergesa-gesa. Reza mengaku telah mempertimbangkan banyak aspek secara matang. Ia sadar tantangan di Persebaya akan jauh lebih besar, namun justru itu yang membuatnya semakin termotivasi.
“Saya sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan. Tentu ada tantangan besar ketika bermain di klub sebesar Persebaya. Jika tampil baik, kesempatan untuk berkembang akan semakin terbuka,” bebernya.
“Sebaliknya, ketika performa menurun, kritik pasti datang. Namun menurut saya itu hal yang wajar dalam sepak bola profesional dan justru bisa menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih keras,” lanjutnya.
Antusiasme Reza semakin memuncak melihat keseriusan Persebaya. Klub dinilai memiliki arah dan proyek jangka panjang yang jelas. Hal itu membuatnya yakin menerima pinangan Green Force. Ia ingin menjadi bagian dari ambisi besar tersebut.
“Saya tentu sangat senang dan bangga bisa bergabung dengan Persebaya. Ini adalah salah satu klub terbesar di Indonesia, dengan basis suporter yang luar biasa besar dan loyal. Selain itu, saya melihat Persebaya memiliki proyek dan target yang sangat jelas untuk musim depan. Itu menjadi salah satu alasan yang membuat saya antusias menerima tawaran ini,” ucapnya.
Dukungan Bonek dan Bonita juga menjadi energi tambahan baginya. Reza memahami besarnya ekspektasi di balik seragam hijau kebanggaan itu. Karena itu, ia langsung memasang target tinggi sejak awal. Ia ingin memberi kontribusi nyata bagi prestasi Persebaya.
“Target utama saya tentu membantu Persebaya meraih prestasi setinggi mungkin. Saya mendapat gambaran bahwa klub ini sangat serius menatap musim depan dan memiliki ambisi besar untuk memberikan hadiah istimewa kepada Bonek dan Bonita,” tandasnya.
Sementara itu, sebelum resmi berseragam Persebaya, Reza Arya sudah berpamitan dengan PSM Makassar melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan panjang penuh emosi, ia mengakui bahwa momen tersebut sangat berat baginya.
“Tiba saatnya saya berada di momen seperti ini. Momen yang sangat sedih bagi saya karena harus mengambil pilihan yang sangat sulit dalam hidup saya. Pilihan di mana saya harus melanjutkan perjalanan karier sepak bola saya, tetapi tidak lagi bersama klub yang telah membesarkan nama saya,” tulisnya.
“Begitu banyak kenangan yang saya lalui di klub ini. Selama hampir 10 tahun saya berada di klub PSM Makassar, dari akademi hingga tim utama, saya menghabiskan banyak waktu di sini. Di klub ini saya tumbuh sebagai pemain sepak bola, tumbuh sebagai pribadi, dan mengerti arti sebuah perjuangan. Di sini saya merasakan banyak momen yang sangat bersejarah dalam karier dan kehidupan saya,” lanjutnya.
Reza juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar manajemen PSM Makassar, seluruh pelatih yang telah membimbingnya, serta para pemain dan suporter yang selalu mendukung. Ia memohon maaf jika ada kata-kata maupun perilaku yang kurang berkenan selama membela tim kebanggaan Sulawesi Selatan itu.
“Hari ini, saya memulai chapter baru. Bukan untuk melupakan, tetapi untuk terus bertumbuh. Bukan untuk meninggalkan, tetapi untuk membawa semua pelajaran berharga ke perjalanan berikutnya,” tulisnya.
“Saya berharap dan berdoa agar PSM Makassar selalu sukses dan kembali meraih kejayaan di musim-musim selanjutnya. PSM akan selalu ada di hati saya. Saya, Reza Arya Pratama, izin pamit turun dari pelayaran Kapal Phinisi. Sampai jumpa di pelayaran berikutnya. EWAKO!” pungkasnya.
Artikel Terkait
MUI Anjurkan Baca Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah sebagai Refleksi Diri
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun untuk 2027, Sebut Kebutuhan Ideal Capai Rp184 Triliun
Ganjar: Kritik Jangan Dijawab dengan Pelabelan Politik, Jawab dengan Data
MTMH Bagikan Dividen Rp2,42 per Saham untuk Tahun Buku 2025