Hingga Selasa (16/6/2026) malam, sejumlah pasien di RSUD Anutapura, Palu, Sulawesi Tengah, masih memilih menjalani perawatan di luar gedung rumah sakit. Keputusan ini diambil setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa siang, memicu kepanikan dan kekhawatiran akan gempa susulan.
Suasana waspada masih menyelimuti Kota Palu pascagempa. Berdasarkan laporan jurnalis Kompas TV, Nana Rahman, dari lokasi kejadian, warga tampak panik saat gempa terjadi. Trauma mendalam akibat bencana serupa pada 2018 silam masih membekas, membuat banyak orang enggan kembali ke dalam bangunan.
Di area RSUD Anutapura, pantauan pada Selasa malam menunjukkan para pasien memilih bertahan di luar gedung. Kekhawatiran akan terjadinya gempa susulan menjadi alasan utama di balik pilihan tersebut. Meskipun pihak rumah sakit telah memastikan kondisi bangunan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa, rasa aman tetap menjadi prioritas para pasien.
Petugas medis terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi pasien. Pelayanan kesehatan tetap diberikan secara langsung di area luar rumah sakit. Berbagai kebutuhan pasien dipenuhi agar proses medis tidak terganggu di tengah situasi pascabencana yang masih mencekam.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Anutapura Palu, Rosadalima, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan aktivitas kegempaan. Berdasarkan informasi yang diterima, telah terjadi sekitar 177 kali gempa susulan setelah gempa awal.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat 1,30 Persen ke Level 6.336, Didorong Sentimen Positif Global
Tukang Cat Duco di Senen Ditangkap Polisi Usai Diduga Peras Petugas Pasang Billboard, Hasil Tes Urine Positif Narkoba
Motif Begal Pelajar di Cileungsi Terungkap: Hasil Curian untuk Setoran ke Istri, Pelaku Juga Konsumen Tramadol
Hendropriyono Bantah Keras Tuduhan Terlibat Rencana Kudeta dalam Video Viral