Budiman Sudjatmiko Sesalkan Gagalnya Forum Diskusi di UGM Usai Dikerumuni Massa Mahasiswa

- Rabu, 17 Juni 2026 | 07:40 WIB
Budiman Sudjatmiko Sesalkan Gagalnya Forum Diskusi di UGM Usai Dikerumuni Massa Mahasiswa

Penyesalan mendalam disampaikan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, menyusul gagalnya forum diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung pada aksi penggerudukan oleh sejumlah mahasiswa. Peristiwa itu terjadi saat Budiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid tengah memaparkan program serta sikap Presiden Prabowo Subianto terhadap berbagai isu strategis.

“Saya sangat menyesalkan forum yang sangat berharga itu gagal. Karena saya sendiri menghadiri undangan,” ujar Budiman kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Menurut Budiman, diskusi belum sempat memasuki sesi dialog karena situasi berubah drastis saat presentasi berlangsung. Sekelompok orang dari arah belakang tiba-tiba merangsek naik ke panggung, menyebabkan rombongan pembicara terkepung. Meski demikian, Budiman mengaku tetap bertahan di lokasi karena merasa terikat dengan undangan resmi yang diterimanya.

“Kami terkepung, dan kami tetap bertahan di situ. Karena kami kan menerima undangan, ya,” katanya.

Budiman menegaskan bahwa pihaknya tidak diusir oleh panitia maupun pihak universitas. Alasan itulah yang mendorongnya untuk tetap berada dalam forum, sembari menghormati kehadiran ratusan mahasiswa yang telah hadir. Menariknya, sebagian besar dari mereka, menurut Budiman, adalah demonstran yang sebelumnya telah menyuarakan pendapat di luar ruangan.

“Mereka demonstran waktu sebelum acara dimulai. ‘Siapa yang suka demo kemarin?’ Banyak yang ngacung. Artinya mereka juga demonstran. Dan mereka siap menunggu forum tanya-jawab dari kami untuk mengecam, mengkritik, dan menggugat kebijakan pemerintah,” ungkap Budiman.

Ia menambahkan bahwa dirinya bersama rombongan siap mendengarkan dan menjelaskan apa pun perbedaan posisi politik yang ada. Baginya, yang terpenting adalah forum diskusi tetap terjaga sebagai ruang dialog yang sehat.

“Kami siap mendengarkan. Dan kami siap menjelaskan. Itu apapun perbedaan posisi politiknya, yang penting terjaga forum diskusinya,” sambungnya.

Di akhir pernyataannya, Budiman menyoroti bahwa target utama dari aksi penggerudukan tersebut adalah hilangnya kesempatan berdialog. “Menurut saya, hilangnya forum dialog itulah yang kita sayangkan, kita sesalkan,” tutupnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar