Rencana perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat masih diselimuti ketidakpastian, meskipun klaim sepihak telah dilontarkan dari Washington. Teks kesepakatan damai yang disebut telah diteken oleh Presiden AS Donald Trump itu belum bisa dibeberkan ke publik karena sejumlah alasan teknis yang justru menjadi inti dari perjanjian itu sendiri.
Wakil Presiden AS, Vance, dalam pernyataannya kepada NBC News, mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut mewajibkan kembalinya pengawas nuklir internasional ke Iran. Ia menyebut hal ini sebagai bagian fundamental dari perjanjian yang belum dapat dipublikasikan secara utuh.
“Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan itu adalah sesuatu yang dijelaskan dengan sangat jelas dalam nota kesepahaman,” ujar Vance.
Ia menambahkan bahwa jadwal untuk inspeksi nuklir dapat dirumuskan pada hari Jumat mendatang. “Karena ada kesepakatan luas tentang hal ini, tidak banyak perbedaan pendapat tentang masalah khusus ini; itu seharusnya terjadi dengan sangat cepat,” kata wakil presiden tersebut.
Sementara itu, para pejabat Iran memiliki pandangan yang berbeda. Mereka sebelumnya menegaskan bahwa negosiasi tentang masalah nuklir baru akan digelar setelah penandatanganan perjanjian awal. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, saat mengumumkan nota kesepahaman pada hari Senin, juga menyatakan bahwa “negosiasi untuk perjanjian akhir akan ditunda hingga pihak lain memenuhi kewajibannya berdasarkan” kesepakatan awal.
Kesepakatan damai antara AS dan Iran pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Senin (15/6). Sharif menyatakan bahwa Washington dan Teheran sepakat untuk menyatakan penghentian “segera dan permanen” untuk pertempuran di semua front, termasuk Lebanon.
Artikel Terkait
Menkeu Targetkan Obligasi Panda Rp15,4 Triliun untuk Perkuat Rupiah
DPR Terima Aspirasi Mahasiswa dalam Audiensi di Gedung Parlemen, Tuntut Pemulihan Ekonomi dan Pengawasan Pejabat Negara
Ketua KPU Sulsel Dukung Prancis Juara Piala Dunia 2026, Sebut Kekalahan Final 2022 Hanya Penundaan
BP3KP Sumatera III Tinjau Teknologi Sepablock untuk Percepatan Program Tiga Juta Rumah