Jumlah korban tewas akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Biak, kembali bertambah. Hingga Rabu (3/6/2026), total enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tim SAR gabungan masih terus mencari tiga warga yang dinyatakan hilang sejak peristiwa terjadi pada Minggu (31/5/2026) lalu.
Ledakan yang mengguncang kawasan Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua itu juga mengakibatkan sembilan unit rumah warga rusak. Korban jiwa terbaru adalah Mina Puadi (51), seorang warga setempat yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Biak. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah kondisinya terus menurun.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu korban yang sempat mendapatkan perawatan medis. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, Rabu (3/6/2026).
Jenazah Mina Puadi telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kepulauan Yapen pada Selasa (2/6/2026) melalui Pelabuhan Rakyat Tip Top di Biak. Di tengah upaya pencarian, tim SAR gabungan menemukan sejumlah potongan tubuh di sekitar lokasi kejadian. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dan saat ini disimpan di kamar jenazah RSUD Biak untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua akan segera melakukan pemeriksaan guna memastikan identitas korban dari potongan tubuh yang ditemukan. Hingga Rabu (3/6/2026), operasi pencarian masih difokuskan di luar area ledakan, terutama dengan menyisir kawasan pesisir pantai di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua terus melakukan sterilisasi di sekitar lokasi ledakan. Dalam proses pembersihan yang dilakukan pada Selasa (2/6/2026), petugas menemukan tiga mortir dan 30 butir amunisi berbagai jenis yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II.
“Berbagai jenis bahan peledak tersebut ditemukan saat tim Jibom melakukan pembersihan di sekitar TKP dan saat ini sudah dimusnahkan,” kata AKBP Ari.
Sebelumnya, tim Jibom juga menemukan dua granat jenis nanas dan manggis yang langsung dimusnahkan sesuai prosedur keamanan. Proses sterilisasi masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak berbahaya yang tersisa di lokasi kejadian.
Setelah area dinyatakan aman, Tim Laboratorium Forensik (Labfor), Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua, dan Satreskrim Polres Biak Numfor akan melakukan olah tempat kejadian perkara. Langkah ini diambil guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang merenggut enam jiwa dan menyisakan duka mendalam bagi warga setempat.
Artikel Terkait
Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Mengaku Deg-degan Jelang Vonis Korupsi Sertifikasi K3
Petani Lampung Tengah Sukses Kembangkan Semangka Unggul Berkat Inovasi Benih dan Pendampingan Teknis
Korea Utara Resmi Perkenalkan Fasilitas Produksi Uranium Baru, Kim Jong Un Serukan Perkuat Daya Tempur Nuklir
Korlantas Polri Resmi Luncurkan SIM Digital, Bisa Diakses Langsung Lewat Ponsel