Polri: Influencer APG Konsumsi Gas N2O Demi Sensasi Fly

- Kamis, 04 Juni 2026 | 09:45 WIB
Polri: Influencer APG Konsumsi Gas N2O Demi Sensasi Fly

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap motif seorang influencer berinisial APG dalam mengonsumsi gas N2O merek Whip Pink, yakni untuk mencari sensasi terbang atau euforia yang dalam istilah gaul dikenal dengan fly.

“Benar, dugaannya untuk mencari sensasi. Sensasi fly,” ujar Kanit Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, AKBP Al Rasyidin Fajri, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Fajri menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, APG merasakan efek ketenangan dan kebahagiaan setelah menggunakan produk tersebut. Informasi itu diperoleh penyidik setelah memeriksa APG sebagai saksi dalam pengembangan kasus produsen Whip Pink.

Dalam keterangannya, APG mengaku mulai menggunakan Whip Pink sejak September 2025. Namun, ia berhenti mengonsumsi gas N2O itu pada Januari 2026. Selama periode tersebut, APG tercatat telah membeli produk tersebut sebanyak 15 kali.

“APG juga mengaku sudah membeli Whip Pink sebanyak 15 kali dan ia mengaku mendapatkan efek euforia (fly) pada saat menggunakan produk tersebut,” kata Fajri.

Pemeriksaan terhadap konsumen ini, menurut Fajri, bertujuan untuk mendalami efek penggunaan Whip Pink terhadap penggunanya. Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah memanggil lima saksi dalam pengembangan kasus yang sama. Mereka adalah RV (29, Jakarta Utara), AM (29, Tangerang), CD (29, Jakarta), APG (21, Makassar), dan ZNM (20, Makassar).

Sementara itu, pada April 2026, Bareskrim berhasil membongkar pabrik yang memproduksi gas N2O merek Whip Pink di Jakarta. Dari hasil interogasi terhadap sembilan saksi yang ditangkap, diketahui bahwa PT SSS selaku produsen belum memiliki legalitas dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait produksi dan penjualan produk tersebut.

Whip Pink sendiri merupakan merek tabung gas kecil berisi nitrous oxide atau dinitrogen oksida (N2O), yang lazim dikenal sebagai gas tertawa. Gudang penyimpanan produk ini tersebar di 10 kota dengan total 16 titik, mulai dari Jakarta, DI Yogyakarta, hingga Lombok.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar