Viral di media sosial, sebuah rekaman video memperlihatkan sekelompok komunitas lari beraktivitas di atas rumput Lapangan Stadion Teladan, Medan, memicu gelombang pertanyaan publik. Pasalnya, stadion kebanggaan warga Kota Medan itu diketahui masih dalam status tertutup dan belum resmi dibuka untuk masyarakat umum.
Dalam potongan video yang beredar luas, para anggota komunitas itu tampak asyik berlari dan membuat konten kreatif di area lapangan hijau. Tidak hanya sekadar berolahraga, mereka secara terang-terangan mengklaim sebagai kelompok pelari pertama yang mendapat kesempatan menjajal kemegahan stadion sebelum turnamen internasional bergulir.
“Sebuah kehormatan bagi kami menjadi komunitas lari pertama yang diundang merasakan atmosfer stadion sebelum turnamen dimulai,” demikian bunyi keterangan tertulis yang disematkan dalam unggahan tersebut.
Turnamen internasional yang dimaksud adalah ajang sepak bola bergengsi kelompok umur se-Asia Tenggara, Piala AFF U-19 2026, di mana Stadion Teladan diproyeksikan menjadi salah satu arena pertandingan utama. Kehadiran komunitas lari di area steril stadion pun langsung menuai sorotan tajam dari warganet.
Berdasarkan pantauan di lini masa, unggahan video itu mulai ramai diperbincangkan pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana kelompok tersebut bisa memperoleh akses eksklusif ke dalam lapangan yang seharusnya steril.
Gelombang kritik yang deras tampaknya membuat pihak pengunggah merasa gerah. Ketika ditelusuri kembali pada Kamis, 28 Mei 2026, posting-an kontroversial tersebut sudah dihapus atau di-take down oleh komunitas lari dari laman akun media sosial mereka.
Di sisi lain, insiden ini membuka tanda tanya besar di kalangan masyarakat mengenai transparansi dan regulasi akses masuk ke Stadion Teladan. Padahal, sebelum video ini mencuat, Pemerintah Kota Medan tengah gencar melakukan pembenahan dan persiapan fasilitas di area stadion.
Beberapa waktu lalu, Wali Kota Medan, Rico Waas, bersama sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat sempat turun langsung melaksanakan kerja bakti massal. Agenda gotong royong itu difokuskan untuk membersihkan seluruh kawasan stadion sebagai bagian dari komitmen menyambut turnamen akbar AFF U-19 2026.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola stadion maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai asal-usul izin masuk yang dikantongi komunitas lari tersebut. Publik pun masih menanti kejelasan atas dugaan akses istimewa di tengah status stadion yang tertutup bagi warga biasa.
Artikel Terkait
Baznas Salurkan Daging Dam Haji ke Warga Kurang Mampu di Pemalang
Maybank Indonesia Raup Laba Rp299 Miliar di Kuartal I 2026, Kredit Tumbuh 5,4 Persen
Israel Tutup Paksa Masjid Ibrahimi di Hebron Tanpa Batas Waktu, Palestina Kecam Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Satgas Desak Kementerian Percepat Administrasi dan Revisi Anggaran demi Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera