Nama Rifaldy MURIANETWORK.COM, yang belakangan ini menjadi sorotan publik akibat dugaan pemalsuan riset untuk keperluan konferensi internasional, kembali mencuat. Ia dijadwalkan akan menghadiri kongres kedokteran bergengsi, “The 71st Annual Meeting of the Japanese Society for Dialysis Therapy,” yang rencananya berlangsung di Jepang pada 19 hingga 21 Juni 2026 mendatang.
Informasi mengenai agenda tersebut terungkap melalui unggahan akun media sosial @miftahulamri. Dalam keterangannya, Rifaldy dijadwalkan akan hadir bersama rekannya yang bernama Aminatus. Akun itu juga menyebutkan bahwa salah satu langkah yang ditempuh oleh Rifaldy dan kawan-kawannya untuk bisa berpartisipasi adalah dengan menghubungi panitia penyelenggara acara.
“Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan menghubungi panitia-panitia kongres yang belum berlangsung agar mereka aware dengan isu yang sedang hangat ini,” tulis akun @miftahulamri dalam keterangan yang dikutip pada Jumat, 29 Mei 2026.
Lebih lanjut, terungkap bahwa Rifaldy bersama adiknya yang disebut bernama Sahnaz, serta Prihantini, juga dijadwalkan mengikuti kongres ilmiah di Korea Selatan. Acara tersebut adalah kongres APCMS yang diselenggarakan oleh Korean Society of CardioMetabolic Syndrome di Seoul. Dalam kongres itu, Rifaldy disebut membawa dua judul riset, adiknya satu judul, dan Prihantini tiga judul.
Publik pun menyoroti ironi di balik agenda ini. Seorang warganet menilai bahwa satu judul penelitian yang dipublikasikan saja sudah merupakan pencapaian yang membanggakan, apalagi jika dilakukan dengan cara yang sahih. Kasus ini kembali memicu diskusi tentang nasib para peneliti dan dokter asli yang bekerja keras menjalani proses riset yang ketat, sementara praktik yang diduga tidak etis justru mendapat akses ke forum-forum ilmiah internasional.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Paris, Pulang ke Indonesia
Fajar/Fikri Kalahkan Ganda Malaysia, Tantangan Berat dari China Menanti di Semifinal Singapore Open 2026
KPK Segera Limpahkan Berkas Dakwaan Bupati Pati Nonaktif Sudewo ke PN Semarang
IESR Desak Pemerintah Hapus Kuota PLTS Atap Demi Percepat Target 100 GW