AS dan Iran Saling Bantah Klaim Capai Nota Kesepahaman Gencatan Senjata

- Jumat, 29 Mei 2026 | 10:25 WIB
AS dan Iran Saling Bantah Klaim Capai Nota Kesepahaman Gencatan Senjata

Amerika Serikat dan Iran mengeluarkan pernyataan yang saling bertolak belakang mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan, terutama setelah kedua negara terlibat dalam aksi saling serang dalam sepekan terakhir. Di tengah eskalasi yang memicu kekhawatiran global, klaim dari masing-masing pihak justru memperlihatkan celah diplomatik yang belum terjembatani.

Sumber-sumber pejabat Amerika Serikat mengklaim bahwa negosiator kedua negara telah mencapai nota kesepahaman sementara yang mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari serta kerangka kerja untuk perundingan nuklir. Kesepakatan awal itu, menurut sumber tersebut, tinggal menunggu persetujuan akhir dari Presiden Donald Trump sebelum dapat diumumkan secara resmi.

Namun, otoritas Iran dengan tegas membantah klaim tersebut. Pemerintah Iran menegaskan bahwa nota kesepahaman antara kedua negara belum mencapai tahap finalisasi sama sekali, dan tidak ada dokumen yang siap untuk ditandatangani.

Sumber-sumber yang mengetahui jalannya negosiasi, seperti dilansir media internasional, menyebutkan bahwa Trump menginginkan waktu tambahan sebelum mengambil keputusan akhir. Laporan dari sejumlah media terkemuka Amerika Serikat mengungkapkan bahwa meskipun para negosiator dari kedua negara telah menyelesaikan sebagian besar persyaratan, presiden belum memberikan restu terhadap dokumen tersebut.

“Presiden menyampaikan kepada para mediator bahwa dia ingin beberapa hari untuk memikirkannya,” ujar seorang pejabat Amerika Serikat yang dikutip oleh media tersebut.

Di sisi lain, para pejabat Amerika Serikat yang menjadi sumber laporan itu mengatakan bahwa negosiator Iran telah memberitahu para mediator bahwa mereka telah memperoleh persetujuan yang diperlukan dan siap untuk menandatangani perjanjian. Hingga saat ini, Teheran belum secara terbuka mengonfirmasi kebenaran pernyataan tersebut.

Menurut sumber-sumber Amerika Serikat, kerangka kerja awal perjanjian itu akan mencakup komitmen Iran untuk tidak pernah mengupayakan pengembangan senjata nuklir serta memulai diskusi mengenai penyerahan pasokan uranium yang diperkaya tinggi. Selain itu, Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz dan mulai menyingkirkan ranjau laut yang dipasang di jalur perairan strategis tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar