IRGC Konfirmasi Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Kuwait, Kuwait Kecam Eskalasi Iran

- Jumat, 29 Mei 2026 | 09:50 WIB
IRGC Konfirmasi Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Kuwait, Kuwait Kecam Eskalasi Iran

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengonfirmasi telah melancarkan serangan rudal dan drone ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada Kamis, 28 Mei 2026. Serangan tersebut dinyatakan sebagai bentuk pembalasan atas gempuran militer AS yang menargetkan Bandar Abbas beberapa jam sebelumnya, tepatnya pada Kamis dini hari.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh kantor berita Tasnim, IRGC merinci bahwa operasi balasan itu berlangsung pada pukul 04.50 waktu setempat. Serangan ini disebut sebagai respons langsung terhadap agresi udara yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat.

“Pembalasan ini adalah peringatan serius agar musuh tahu bahwa agresi tidak akan dibiarkan begitu saja, dan jika diulangi, tanggapan kami akan lebih keras,” demikian bunyi pernyataan dari IRGC.

Sementara itu, militer Kuwait menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan rudal serta drone yang mendekati wilayahnya. Namun, pernyataan tersebut tidak menyebutkan secara eksplisit asal dari serangan yang dicegat itu. Selama proses pencegatan, suara ledakan terdengar di berbagai penjuru negara Teluk tersebut, termasuk di ibu kota, Kuwait City.

Otoritas Kuwait segera mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang berlaku. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk keras serangan Iran ke wilayahnya. Tindakan tersebut dinilai sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan negara.

Kepala Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Al Budaiwi, juga mengecam serangan rudal Iran terhadap pangkalan udara AS di Kuwait. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kelanjutan serangan-serangan berbahaya ini merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta prinsip bertetangga baik.

Dari pihak Amerika Serikat, seorang pejabat yang berbicara kepada Anadolu mengungkapkan bahwa militer AS berhasil menembak jatuh empat drone Iran di dekat Selat Hormuz. Selain itu, AS juga melancarkan serangan ke stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang saat itu tengah bersiap meluncurkan drone kelima.

“Tindakan-tindakan ini terukur, murni defensif, ditujukan untuk menjaga gencatan senjata,” kata pejabat tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar