Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman militer secara terbuka terhadap Oman, menyusul wacana kerja sama negara tersebut dengan Iran dalam mengawasi Selat Hormuz. Ancaman itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Rabu waktu setempat. Ia menuntut Oman untuk bersikap seperti negara lain, atau AS akan menggunakan kekuatan untuk meledakkannya.
Pernyataan kontroversial itu muncul ketika seorang reporter meminta pendapat Trump mengenai gagasan pengawasan bersama antara Oman dan Iran terhadap jalur pelayaran strategis tersebut. Selat Hormuz diketahui menangani lebih dari 20 persen lalu lintas minyak global, menjadikannya titik paling vital dalam perdagangan energi dunia. Trump menolak mentah-mentah gagasan itu dengan nada keras.
“Tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus meledakkan mereka,” ujar Trump dalam rapat yang diliput langsung oleh Aljazeera, Kamis (28/5/2026).
Awalnya, sebagian kalangan berspekulasi bahwa Trump mungkin salah menyebut nama negara dan bermaksud mengatakan “Iran” alih-alih “Oman”. Namun, spekulasi itu segera terbantahkan setelah Departemen Luar Negeri AS secara resmi membagikan pernyataan tersebut di media sosial lengkap dengan transkrip kutipan yang secara jelas merujuk pada Oman, negara Arab di Semenanjung Arabia itu.
Sementara itu, Iran menyerukan solidaritas untuk Oman di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik. Seruan itu menjadi sinyal bahwa Teheran tidak tinggal diam terhadap ancaman yang diarahkan kepada sekutunya di kawasan Teluk.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Pasti Tampil di ASEAN Club Championship 2026-2027, Drawing Digelar di Jakarta
KPK Terbitkan Surat Edaran Antigratifikasi dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 2.000 Meter Disertai Awan Panas
Jalan Lenteng Agung Ambles, Dishub Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Menuju Depok