Transparansi dan profesionalisme menjadi kata kunci dalam proses seleksi Calon Direktur Utama PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang kini memasuki babak final. Bupati Siak, Dr. Afni Z, M.Si, langsung memimpin sesi wawancara bagi dua kandidat yang tersisa untuk menentukan siapa yang layak memimpin salah satu badan usaha milik daerah paling strategis di Provinsi Riau tersebut.
Wawancara pamungkas yang berlangsung di lantai 39 Gedung Wisma Mulia, Jakarta, pada Senin (18/5) siang itu tidak dilakukan sendiri. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, turut hadir mendampingi. Sebelumnya, proses serupa juga telah melibatkan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau, Dr. Evenri Sihombing, SE.
Di markas SKK Migas tersebut, dua nama yang menjadi finalis Robi Junipa dan Muttaqin tampak berjalan beriringan menuju ruang wawancara. “Mohon doanya, semoga semuanya lancar,” ujar mereka singkat sembari terus melangkah.
Keduanya merupakan ujung dari lintasan seleksi yang panjang. Robi dan Muttaqin berhasil menyisihkan delapan pelamar lainnya, sehingga kini menjadi harapan baru bagi perbaikan dan optimalisasi pendapatan asli daerah dari sektor minyak dan gas bumi.
Sesi wawancara akhir itu menjadi babak penentuan. Di dalam ruangan, hanya Bupati Siak dan Kepala SKK Migas yang hadir, sementara staf yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Beberapa catatan di atas meja menampilkan angka-angka produksi, proyeksi lifting, serta strategi optimalisasi Blok CPP (Coastal Plains and Pekanbaru).
Sebagai pemegang saham, Bupati Siak turun langsung menguji kelayakan para calon nakhoda. Kehadiran Kepala SKK Migas di sisinya menegaskan bahwa seleksi ini tidak hanya mencari pemimpin yang paham dinamika daerah, tetapi juga harus selaras dengan regulasi dan target ketahanan energi nasional.
“Ini bukan sekadar wawancara biasa. Ini pertama kali kita lakukan dalam pemilihan calon Dirut BSP melibatkan PPM yang memang sudah teruji, sesuai saran para pihak. Meskipun keputusan akhir berada di tangan Bupati Siak, kami ingin mendapatkan masukan juga dari Kepala SKK Migas agar proses ini berjalan fair dan mendapatkan calon Dirut yang siap dengan tantangan yang hari ini sedang dihadapi BSP,” tutur Afni saat ditemui setelah proses wawancara.
Afni bersama Djoko Siswanto yang akrab disapa Djoksis dikabarkan mencecar kedua kandidat dengan pertanyaan-pertanyaan tajam. Materi yang diujikan mencakup efisiensi operasional, kontribusi terhadap pendapatan asli daerah, eksplorasi agresif, hingga komitmen menaikkan lifting sebagai kontribusi energi nasional.
Sepekan sebelumnya, keduanya juga telah menghadapi pertanyaan serupa dari Bupati Siak dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau, Dr. Evenri Sihombing, SE. Bertempat di Kantor BSP, Gedung Surya Dumai, Pekanbaru, mereka dicecar terkait komitmen terhadap implementasi Good Corporate Governance (GCG). Kiat-kiat merapikan struktur organisasi BSP yang dinilai terlalu gemuk juga tak luput dibedah.
“Hari ini kami ingin tahu seberapa jelas visi, misi, dan keberanian mereka dalam melakukan re-organisasi di tubuh BSP. Kami sengaja melibatkan Kepala BPKP supaya proses ini transparan. Dua calon Dirut ini juga mendapatkan masukan terkait komitmen mereka dalam penerapan GCG. Kami ingin BSP ke depan benar-benar berubah menuju ke arah yang lebih baik,” ujar Afni pekan lalu.
Meskipun isi ruang rapat tertutup rapat dari telinga luar, profil kedua kandidat telah menjadi perbincangan di kalangan internal industri hulu migas. Robi, yang memiliki latar belakang sarjana geofisika, telah lama berkarier di perusahaan pelat merah, Pertamina. Sementara itu, Muttaqin adalah nakhoda PT BSP Zapin, anak perusahaan BSP. Berdasarkan hasil analisis asesor PPM Manajemen Jakarta, keduanya dinilai memiliki komitmen yang jelas terhadap masa depan BSP.
Hingga matahari mulai condong ke barat di ufuk Jakarta, suasana di Wisma Mulia perlahan kembali mencair. Satu per satu kandidat keluar dari ruangan wawancara dengan raut wajah campur aduk lega, namun tetap penuh harap.
Bupati Siak, Dr. Afni, kini membawa pulang catatan-catatan penting dari proses penajaman visi dan misi tersebut. Rekomendasi dari ruangan tertutup ini akan menjadi poin mutlak bagi bupati perempuan pertama Siak dalam memilih calon nakhoda baru yang akan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Proses ini dinilai sebagai salah satu pemilihan direktur BUMD paling profesional karena melibatkan para pihak berkompeten di bidangnya.
Wisma Mulia sore itu mungkin kembali tenang, namun bagi masyarakat Siak khususnya, dan industri migas tanah air umumnya, detak jantung justru berpacu lebih cepat menunggu pengumuman resmi.
Artikel Terkait
Chatib Basri Bantah Ekonomi Indonesia 2026 Setara Krisis 1998, Soroti Risiko Harga Pangan dan Kredibilitas Fiskal
Pembiayaan Cicil Emas BSI Melonjak 97,9 Persen, Tembus Rp16,93 Triliun di Tengah Tren Investasi Lindung Inflasi
Perusahaan China Incar Peluang Besar di Balik Target PLTS 100 GW Indonesia, Soroti Kebutuhan Teknologi Penyimpanan Energi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung