IHSG Dibuka Melemah ke 6.576, Saham Perbankan Besar Justru Menguat

- Selasa, 19 Mei 2026 | 09:30 WIB
IHSG Dibuka Melemah ke 6.576, Saham Perbankan Besar Justru Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa (19/5/2026) dengan pelemahan, meskipun sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar justru mencatatkan penguatan. Pada pukul 09.25 WIB, IHSG terkoreksi 0,35 persen ke level 6.576,07, dengan volume transaksi mencapai 1,05 miliar saham senilai Rp659 miliar. Kapitalisasi pasar pada awal sesi ini tercatat sebesar Rp11.454 triliun.

Sepanjang pagi hari, indeks bergerak dalam rentang 6.560,12 hingga 6.613,05. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 261 saham menguat, 197 saham melemah, dan 501 saham masih stagnan. Di tengah pelemahan IHSG, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dibuka menguat 0,98 persen ke Rp3.090, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik tipis 0,24 persen ke Rp4.140.

Saham berkapitalisasi besar lainnya mencatat pergerakan beragam. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru dibuka melemah 0,82 persen ke Rp6.075. Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 3,13 persen ke Rp3.090, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat 2,52 persen ke Rp12.200. Di sektor lain, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 1,30 persen ke Rp3.040, sedangkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ambles 10,11 persen ke Rp3.290.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada level support 6.500 dan resistance 6.720 pada hari ini. Fokus utama pasar tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan di tengah tekanan nilai tukar rupiah.

"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish, namun kondisi oversold membuka peluang technical rebound jangka pendek. IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 6.500 dan resistance 6.720," tulis analis dalam risetnya.

Sementara itu, tim riset Phintraco Sekuritas memiliki pandangan yang lebih luas dengan memperkirakan IHSG bergerak di resistance 6.700 dan support 6.400. Analis menilai tren pelemahan rupiah menjadi sentimen negatif bagi indeks komposit. Secara teknikal, IHSG membentuk gap di level 6.705 dan ditutup di bawah level 6.600, setelah sempat menyentuh level terendah intraday di 6.398.

Pelebaran histogram negatif MACD masih berlanjut, sedangkan Stochastic RSI mendekati area oversold namun belum menunjukkan indikasi reversal. Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.400 hingga 6.700.

Menilik sentimen yang menyertai pasar, analis menilai tekanan terhadap rupiah mendorong munculnya perkiraan bahwa BI akan menaikkan BI Rate pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Namun, Gubernur BI memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menguat mulai Juli 2026, mengingat secara historis rupiah cenderung melemah pada April hingga Juni akibat kenaikan permintaan dolar AS pada periode tersebut.

"Jika BI Rate dinaikkan dalam rangka meredam depresiasi rupiah lebih lanjut, hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik bagi investor asing. Diharapkan yield instrumen investasi di dalam negeri menjadi lebih menarik," kata analis.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga juga berpotensi mendorong kenaikan biaya pinjaman yang dapat meningkatkan beban bunga perusahaan dan mengurangi daya beli masyarakat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar