Perindo Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW Jatim, Targetkan Penguatan Basis Santri

- Senin, 18 Mei 2026 | 09:01 WIB
Perindo Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW Jatim, Targetkan Penguatan Basis Santri

Partai Perindo resmi melantik Ahmad Zazuli, yang akrab disapa Cak Jaz, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur dalam sebuah agenda yang digelar di Surabaya, Minggu (17/5/2026). Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi juga sinyal kuat penguatan pendekatan politik partai yang berbasis pada kalangan santri dan pesantren.

Langkah tersebut dinilai strategis mengingat Jawa Timur merupakan salah satu pusat pendidikan pesantren terbesar di Indonesia. Data Kementerian Agama per 4 Oktober 2025 mencatat provinsi ini memiliki 297.506 santri, angka tertinggi secara nasional, yang tersebar di 7.347 pondok pesantren. Dengan potensi tersebut, Jawa Timur menjadi panggung utama bagi Perindo untuk membangun kedekatan dengan komunitas santri dan masyarakat akar rumput.

Acara pelantikan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, H. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, serta dua tokoh agama nasional, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA., dan KH. Marzuqi Mustamar, MAg. Kehadiran para kiai ini mempertegas komitmen partai untuk merangkul elemen pesantren dalam kancah politik praktis.

Dalam sambutannya, Said Aqil menekankan bahwa partai politik harus hadir sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, perjuangan politik kehilangan makna jika tidak berpihak kepada kelompok yang paling membutuhkan.

“Saya meyakini perjuangan Partai Perindo yang dipelopori Pak Hary Tanoesoedibjo memiliki semangat kuat untuk mengurangi kemiskinan dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Sebab, tidak ada arti sebuah partai politik jika tidak hadir dan peduli terhadap kehidupan rakyat kecil,” ujar Said Aqil.

Sementara itu, Sekjen DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menyebut Jawa Timur memiliki posisi vital dalam peta politik nasional. Selain jumlah pemilih yang besar, provinsi ini juga dikenal sebagai basis santri dan organisasi Islam terbesar di Indonesia.

“DPP ingin menjadikan Jawa Timur sebagai barometer politik nasional, karena dilihat dari jumlah pemilih yang cukup signifikan dan jumlah elektoral yang luar biasa baik,” kata Ferry.

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mencatat jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024 mencapai 31,4 juta jiwa. Angka tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbesar kedua secara nasional setelah Jawa Barat. Kombinasi antara besarnya basis pemilih dan kuatnya tradisi pesantren membuat wilayah ini menjadi medan pertarungan politik yang strategis.

Ferry menegaskan bahwa pelantikan pengurus DPW ini merupakan momentum konsolidasi untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat bawah. Ia meminta seluruh kader untuk menjaga soliditas dan memperkuat kerja kolektif organisasi.

“Saya mengajak para kader partai untuk sama-sama membangun soliditas, membangun kepercayaan, dan melakukan kerja-kerja tanpa slogan, tapi betul-betul menyentuh akar rumput, menyentuh masyarakat secara lebih luas, khususnya di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Ferry, pendekatan ke akar rumput menjadi kunci untuk membangun kedekatan dengan masyarakat santri dan kelompok bawah. Ia juga mendorong kader untuk turun langsung ke masyarakat guna memperkuat kepercayaan publik terhadap partai.

Di sisi lain, Ahmad Zazuli atau Cak Jaz menegaskan bahwa Perindo ingin menghadirkan pendekatan politik baru yang dekat dengan generasi muda dan masyarakat bawah. Ia menyebut partai harus menjadi ruang solusi bagi kelompok muda yang mencari alternatif politik.

“Kami mencoba membuat format baru bagaimana Perindo menjadi solusi, menjadi alternatif bagi generasi muda yang akan datang. Ketika masyarakat mungkin kurang tertarik dengan partai lain, Perindo adalah jawabannya,” ujar Cak Jaz.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan kepada kalangan santri menjadi salah satu fokus utama Perindo di Jawa Timur. Menurutnya, kedekatan dengan pesantren dan warga nahdliyin harus dibangun melalui kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

“Kebetulan saya seorang santri, tentu kami akan berbicara bagaimana Partai Perindo ini bisa diminati, bisa diterima oleh kaum santri, pondok pesantren, maupun warga nahdliyin. Tentu kami juga harus berbuat kepada mereka,” kata Cak Jaz.

Dengan kultur pesantren yang kuat, Cak Jaz menilai pendekatan kepada kalangan santri menjadi bagian penting dalam penguatan politik kerakyatan partai di daerah. Pelantikan pengurus DPW ini sekaligus menjadi langkah awal bagi Perindo Jawa Timur untuk membangun basis politik santri, dengan dukungan para tokoh pesantren dan strategi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar