Persebaya Incar Alex Martins, Striker Tajam Dewa United untuk Musim Depan

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:30 WIB
Persebaya Incar Alex Martins, Striker Tajam Dewa United untuk Musim Depan

Persebaya Surabaya mulai bergerak aktif membangun kekuatan untuk menghadapi musim 2026/2027 dengan membidik striker tajam milik Dewa United, Alex Martins. Rumor ketertarikan klub berjuluk Green Force terhadap pemain asal Brasil itu langsung memicu perbincangan hangat di kalangan publik sepak bola nasional, khususnya suporter setia Persebaya, Bonek. Pasalnya, bomber berusia 32 tahun tersebut bukanlah penyerang biasa, melainkan salah satu striker paling produktif di kompetisi domestik dalam dua musim terakhir.

Kabar ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun sepak bola Indonesia yang kemudian diunggah ulang oleh fanbase Green Force. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Persebaya sudah menjalin komunikasi dengan pihak Alex Martins dan kini tinggal menunggu jawaban sang pemain terkait proposal yang diajukan.

“Rumour. Persebaya tengah dikaitkan dengan penyerang asal Brasil berusia 32 tahun, Alex Martins, yang saat ini memperkuat Dewa United FC,” tulis akun fanbase tersebut.

Rumor ini dinilai cukup masuk akal mengingat kebutuhan mendesak Persebaya di sektor lini depan. Sepanjang musim ini, performa lini serang Green Force dinilai belum stabil. Produktivitas gol yang naik turun membuat manajemen mulai mencari striker murni dengan insting predator di kotak penalti. Alex Martins dianggap cocok dengan karakter permainan Persebaya karena selain memiliki postur ideal, ia juga dikenal kuat dalam duel udara dan efektif sebagai target man. Dengan tinggi badan 1,87 meter, striker asal Brasil tersebut punya kemampuan duel fisik yang sangat baik dan aktif membuka ruang untuk membantu permainan tim.

Ketajaman Alex Martins musim ini memang sulit diabaikan. Bersama Dewa United, ia sukses mencetak 20 gol dari 30 pertandingan dan kini berada di posisi kedua daftar top skor sementara Liga 1 Indonesia. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi luar biasa yang dimiliki seorang striker asing di kompetisi Indonesia. Tak hanya musim ini, produktivitas Alex Martins juga sangat stabil sejak pertama kali bergabung dengan Dewa United pada 2023. Dari total 90 pertandingan di semua ajang, ia berhasil mengoleksi 67 gol dan 13 assist. Statistik tersebut menjadikannya salah satu striker asing paling mematikan di Liga Indonesia dalam dua musim terakhir.

Sebelum bersinar bersama Dewa United, Alex Martins sempat memperkuat sejumlah klub Asia seperti Jeonnam Dragons, Shanghai Jiading Huilong, hingga Kagoshima United. Pengalaman panjang di Asia membuat proses adaptasinya di Indonesia berjalan sangat cepat. Saat masih membela Bhayangkara FC, Alex Martins bahkan tampil luar biasa dengan torehan 11 gol dari hanya 13 pertandingan.

Sementara itu, situasi kontrak Alex Martins di Dewa United menjadi nilai tambah tersendiri bagi Persebaya. Berdasarkan data yang tersedia, kontraknya bersama klub asal Banten tersebut akan berakhir pada 30 Juni 2026. Artinya, Persebaya memiliki peluang besar untuk mendapatkan Alex Martins secara gratis tanpa perlu membayar biaya transfer. Green Force hanya perlu menyiapkan nilai kontrak dan gaji pemain apabila benar-benar serius ingin memboyong striker berusia 32 tahun itu. Skema bebas transfer tentu menjadi keuntungan besar bagi Persebaya karena dana klub bisa dialihkan untuk memperkuat posisi lain tanpa harus mengeluarkan biaya mahal demi menebus kontrak pemain.

Di sisi lain, usia Alex Martins yang tidak lagi muda kemungkinan membuat Dewa United mulai mempertimbangkan regenerasi skuad. Kondisi tersebut bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Persebaya untuk membajak salah satu bomber terbaik di kompetisi domestik. Alex Martins, yang memiliki nama lengkap Alex Martins Ferreira, lahir di Brasil pada 22 Maret 1995. Ia dikenal sebagai striker dengan naluri gol tinggi serta kemampuan finishing yang tajam. Dengan nilai pasar mencapai Rp5,65 miliar, kepindahannya ke Persebaya akan menjadi salah satu pergerakan transfer paling menarik di bursa pemain musim depan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar