Selat Hormuz masih ramai dilalui kapal. Pada Selasa (14/4) waktu setempat, setidaknya tiga kapal tanker tercatat melintas di sana. Ini menarik, karena hari itu adalah hari pertama Amerika Serikat memberlakukan blokade laut total terhadap kapal-kapal yang hendak singgah di pelabuhan Iran.
Blokade itu sendiri diumumkan oleh Presiden Donald Trump dua hari sebelumnya. Pengumuman itu keluar setelah perundingan damai AS-Iran di Pakistan mentok, gagal mencapai titik temu.
Nah, lalu bagaimana ketiga kapal itu bisa lewat? Menurut data perkapalan terbaru yang dilansir Reuters dan Al Arabiya, jawabannya sederhana: mereka tidak sedang menuju Iran. Alhasil, mereka pun lolos dari jerat blokade yang baru saja dimulai.
Salah satu kapal yang terpantau adalah Peace Gulf. Kapal tanker berbendera Panama ini, berdasarkan data LESG, sedang dalam perjalanan ke Pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab. Kapal ini dikenal biasa mengangkut naphtha asal Iran, bahan baku petrokimia, ke pelabuhan-pelabuhan lain di Timur Tengah sebelum akhirnya dikirim ke Asia.
Sebelumnya, dua kapal tanker lain juga sudah melintasi selat sempit itu. Keduanya sendiri sebenarnya tak lepas dari sorotan, karena telah dikenai sanksi oleh AS.
Kapal bernama Murlikishan salah satunya. Data dari Kpler menunjukkan kapal ini sedang menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak sekitar tanggal 16 April. Kapal yang dulu bernama MKA ini punya riwayat mengangkut minyak dari Rusia dan Iran.
Jadi, meski blokade resmi berlaku, lalu lintas di selat vital itu belum sepenuhnya mandek. Aktivitas tetap ada, asal tujuannya bukan ke Iran.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo: Wujudkan Kehidupan Layak Rakyat Butuh Kerja Keras di Semua Bidang
Produksi Gandum Australia Diprediksi Anjlok 26 Persen Akibat Lonjakan Harga Pupuk Imbas Konflik Timur Tengah
Impor Minyak China Anjlok 38 Persen Akibat Gangguan Jalur Hormuz, Cadangan Strategis Jadi Penopang
Polri Mediasi Sengketa PHK 131 Pekerja, Perusahaan Bayar Kompensasi Rp10 Miliar