Ketergantungan Indonesia pada LPG impor ternyata masih sangat besar. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut angkanya bisa mencapai 70 persen dari total kebutuhan nasional kita. Situasi ini tentu jadi perhatian serius, apalagi dengan kondisi geopolitik global yang belakangan ini kerap tak menentu dan berpotensi mengganggu pasokan.
Menurut Bahlil, peran masyarakat untuk menghemat energi jadi kunci. Saat meninjau di Solo, Kamis lalu, dia memberi contoh sederhana.
"Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau sudah masak, sudah. Jangan boros," ujarnya.
"Ini kita betul-betul minta bantuan rakyat dalam memakai energi yang bijaksana."
Di sisi lain, pemerintah sendiri mengaku tak tinggal diam. Upaya mengamankan pasokan dari berbagai negara terus dilakukan, sambil berusaha mengoptimalkan sumber energi dalam negeri. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan dari luar. Namun begitu, Bahlil menegaskan bahwa semua langkah pemerintah itu kurang greget tanpa dukungan dari bawah.
Artikel Terkait
TAUD Kecam Konferensi Pers TNI, Penjelasan Kasus Andrie Yunus Dinilai Tak Sentuh Substansi
Komnas HAM Belum Ambil Sikap, Proses Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Berlanjut
Negara-negara Asia Antre Minyak Rusia di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Korlantas Prediksi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret