Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 1,62 Juta, Okupansi Kereta Capai 42%

- Minggu, 22 Februari 2026 | 22:30 WIB
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 1,62 Juta, Okupansi Kereta Capai 42%

Hampir 1,62 juta tiket kereta api jarak jauh untuk mudik Lebaran telah ludes dibeli masyarakat. Angka itu tercatat hingga Minggu kemarin, 22 Februari 2026. Dari total kapasitas 3,87 juta kursi yang disiapkan, artinya okupansi sudah menembus 41,86 persen. Cukup signifikan untuk awal masa penjualan.

Anne Purba, VP Corporate Communication PT KAI, membenarkan data tersebut. "Sebanyak 1.621.413 tiket telah terjual," ujarnya. "Tingkat okupansi sementara berada di angka 41,86 persen."

Menurut Anne, lonjakan pemesanan terlihat sejak awal Ramadan. Rupanya banyak pelanggan yang langsung memilih tanggal keberangkatan antara 11 Maret hingga 1 April nanti. Pola ini, kata dia, menunjukkan satu hal: masyarakat sekarang lebih suka merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Tidak mau ambil risiko kehabisan tiket.

Lalu rute mana yang paling diminati? Ternyata masih didominasi relasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Puncaknya adalah rute Gambir-Yogyakarta. Itu yang paling laris sampai saat ini.

Berikut sepuluh relasi dengan pembeli terbanyak:

Gambir – Yogyakarta: 18.067 pelanggan

Yogyakarta – Gambir: 16.391 pelanggan

Gambir – Semarang Tawang: 13.811 pelanggan

Pasarsenen – Lempuyangan: 13.363 pelanggan

Pasarsenen – Kutoarjo: 12.639 pelanggan

Surabaya Pasar Turi – Pasarsenen: 12.562 pelanggan

Lempuyangan – Pasarsenen: 12.398 pelanggan

Gambir – Purwokerto: 11.765 pelanggan

Pasarsenen – Surabaya Pasar Turi: 11.616 pelanggan

Gambir – Cirebon: 11.325 pelanggan

Kalau dilihat dari tanggalnya, puncak arus mudik sementara bakal terjadi pada 23 Maret. Tanggal itu sudah dipesan oleh 117.608 pelanggan. Diikuti 24 Maret dengan 114.784 pelanggan, lalu 19 Maret (106.717), dan 18 Maret (105.725). Meski beberapa tanggal itu sudah mulai padat, jangan khawatir. Masih banyak pilihan tanggal lain yang kursinya masih tersedia lumayan banyak. Jadi, masih ada kesempatan buat yang belum pesan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar