Solikin M Juhro Tegaskan Strategi BI Hadapi Tekanan Rupiah di Hadapan DPR

- Jumat, 23 Januari 2026 | 14:00 WIB
Solikin M Juhro Tegaskan Strategi BI Hadapi Tekanan Rupiah di Hadapan DPR

Di ruang sidang Komisi XI DPR RI, Jumat lalu, suasana terasa tegang namun penuh antusiasme. Solikin M Juhro, calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, baru saja menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutannya. Tak pelak, isu rupiah yang melemah jadi sorotan utama para anggota dewan yang hadir.

Menanggapi kekhawatiran itu, Solikin tampak tenang. Dia menegaskan BI punya strategi kokoh untuk menjaga stabilitas mata uang kita. Strateginya mencakup intervensi pasar dan, yang tak kalah penting, penguatan fundamental ekonomi.

"Ya kalau mengenai nilai tukar, jelas Bank Indonesia sudah memiliki strategi yang cukup kuat," ujarnya.

"Kita masih cukup kompetitif, baik secara jangka pendek maupun panjang sesuai dengan fundamental," tambah Solikin, yang masih menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, usai sesi di Kompleks Parlemen.

Namun begitu, rupiah bukan satu-satunya topik panas. Diskusi juga mengalir deras soal cara mendorong ekonomi domestik. Yang menarik, prinsip inklusivitas tetap dipegang tegus. Solikin merasa ada keselarasan pandangan dirinya dengan para wakil rakyat tentang masa depan ekonomi Indonesia.

Dia yakin negara ini punya peluang tumbuh lebih progresif. Syaratnya satu: stabilitas makroekonomi harus dijaga ketat, tanpa kompromi.

"Tadi sekitar 30 lebih anggota Dewan hadir," katanya, menggambarkan dinamika sidang.

"Semua memiliki concern yang sama. Pertanyaan-pertanyaan diarahkan pada strategi untuk mendorong pertumbuhan, menjaga daya tahan ekonomi, dan memastikan inklusivitas."

Di sisi lain, Solikin tak menyembunyikan rasa syukurnya. Proses fit and proper test berjalan lancar. Kehadiran puluhan anggota dewan, menurutnya, menunjukkan antusiasme mereka untuk menggali visi sang calon, terutama terkait ketahanan ekonomi di tengah gejolak global yang tak kunjung reda.

"Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan ini. Kondisi sidang sangat bagus dan kondusif," ungkapnya.

"Pertanyaan-pertanyaan dari anggota dewan sangat tajam. Itu merefleksikan concern bersama untuk mendorong perekonomian kita tumbuh lebih tinggi, berdaya tahan, dan inklusif."

Proses seleksi belum berakhir. Setelah Solikin, giliran kandidat lain yang akan diuji. Komisi XI DPR RI akan menyelenggarakan fit and proper test untuk Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono pada Senin, 26 Januari 2026 mendatang. Dari sana, dewan akan menentukan siapa yang paling layak menduduki kursi Deputi Gubernur BI.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar