Syamsu Yudha sendiri menilai pencapaian ini sebagai momen penting. Bagi dia, ini memperkuat posisi Pertamina sebagai pemain minyak dan gas internasional.
“Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair,” ujarnya.
Dia juga berharap kolaborasi dengan Sonatrach ke depannya makin kuat dan langgeng.
Di sisi lain, Komisaris Utama PIEP, Dharmawan H. Samsu, punya sudut pandang lain. Menurutnya, keberhasilan ini adalah hasil dari proses diplomasi dan negosiasi yang panjang dan melelahkan.
“Pengapalan kargo pertama sebesar 1 juta barel ke Indonesia ini menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A untuk 25 tahun ke depan. Ini merupakan pencapaian besar setelah melalui proses negosiasi kontrak yang intens,” katanya.
Jadi, perjalanan minyak mentah itu dari Afrika Utara ke Nusantara bukan cuma soal angka. Lebih dari itu, ia membawa serta sejarah kemitraan panjang dan komitmen untuk masa depan.
Artikel Terkait
Jenazah Juwono Sudarsono Akan Dimakamkan di TMP Kalibata, Upacara Dipimpin Menhan
Pasar Rakyat Monas Atas Instruksi Presiden, 100.000 Kupon Dibagikan
Pemudik Motor Pilih Perjalanan Santai Demi Kesehatan Anak di Jalur Bekasi
Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami