Jakarta bakal sepi. Itu kesan yang bisa didapat dari proyeksi terbaru Kementerian Perhubungan soal arus mudik Natal dan Tahun Baru tahun depan. Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, diperkirakan ada sekitar 2,9 juta kendaraan yang akan meninggalkan Ibu Kota selama periode libur panjang itu. Angkanya cukup fantastis.
Rinciannya begini. Arus menuju timur, lewat Cikampek misalnya, diprediksi paling padat: sekitar 1,3 juta kendaraan. Sementara itu, jalur ke arah barat menuju Merak menyusul dengan 880 ribu kendaraan. Lalu, yang menuju selatan ke Bandung dan sekitarnya diperkirakan mencapai 670 ribu kendaraan. Bayangkan saja kemacetannya.
Dudy menyampaikan hal ini dalam sebuah media briefing di Jakarta, Jumat lalu.
"Jadi total proyeksi kendaraan yang melintas keluar Jakarta adalah sekitar 2,9 juta kendaraan. Ke arah Cikampek atau menuju sisi timur ada 1,3 juta kendaraan, kalau ke arah barat sekitar 880 ribu kendaraan, ke arah selatan kurang lebih sebesar 670 ribu kendaraan," ujarnya.
Dengan lonjakan sebanyak itu, tentu antisipasi harus disiapkan dari sekarang. Menhub bilang, rencana rekayasa lalu lintas sudah ada di meja. Nanti, operator jalan tol yang akan memantau situasi langsung di lapangan.
"Nanti kita akan melihat kalau pergerakannya nanti berkaitan dengan rekayasa lalin seperti contraflow maupun one way. Pada situasi tertentu mereka akan menerapkan contraflow, atau one way," kata dia.
Lalu kapan puncak kepadatan ini terjadi? Berdasarkan survei, ada dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, didominasi oleh pemudik yang ingin merayakan Natal di kampung halaman.
Sedangkan untuk arus balik, bersiaplah pada awal Januari. Puncaknya diperkirakan jatuh pada tanggal 1 dan 4 Januari 2026 seiring dengan waktu masuk kerja kembali para perantau. "Sejak tanggal 31 Desember, kita sudah mulai mengantisipasi," tambah Dudy.
Nah, soal titik macet, ada beberapa ruas yang sudah bisa ditebak bakal jadi 'hotspot'. Ruas tol Bocimi menuju Puncak, Bogor, salah satunya. Destinasi wisata itu selalu ramai diserbu orang saat liburan. Selain itu, akses menuju Pelabuhan Merak di Banten juga diprediksi bakal penuh sesak. Begitu pula dengan Pelabuhan Ketapang dan beberapa titik di Jawa Tengah.
Intinya, persiapan harus matang. Angka 2,9 juta kendaraan bukan main-main. Itu artinya jutaan orang akan berpindah tempat dalam waktu hampir bersamaan. Tantangan besar bagi pengelola jalan dan tentunya, bagi para pemudik sendiri.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun