Iran Peringatkan AS Soal Aktivitas Militer di Venezuela dan Amerika Latin, Langgar Hukum Internasional?

- Sabtu, 15 November 2025 | 22:25 WIB
Iran Peringatkan AS Soal Aktivitas Militer di Venezuela dan Amerika Latin, Langgar Hukum Internasional?

Iran Peringatkan AS Soal Aktivitas Militer di Karibia dan Amerika Latin

Republik Islam Iran menyampaikan peringatan resmi kepada Amerika Serikat mengenai peningkatan aktivitas militer AS di wilayah Karibia dan Amerika Latin. Pemerintah Iran menilai langkah ini membahayakan stabilitas perdamaian dan keamanan global.

Seruan Iran untuk Hormati Kedaulatan Venezuela

Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menegaskan pentingnya Amerika Serikat menghormati kedaulatan nasional dan integritas teritorial Venezuela. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons dari perkembangan terbaru aktivitas militer AS di kawasan tersebut.

Ancaman AS terhadap Venezuela Dinilai Langgar Hukum Internasional

Baghaei menekankan bahwa segala bentuk ancaman militer terhadap pemerintah Venezuela yang sah merupakan pelanggaran langsung terhadap hukum internasional. Tindakan tersebut juga bertentangan dengan prinsip-prinsip Piagam PBB, khususnya mengenai hak penentuan nasib sendiri bangsa dan larangan penggunaan kekuatan seperti tercantum dalam Pasal 2(4).

Iran Soroti Operasi Anti-Narkotika AS yang Dianggap Bermasalah

Iran lebih lanjut menyoroti operasi anti-narkotika yang dilakukan Amerika Serikat di perairan internasional. Berdasarkan laporan internasional, operasi ini sering mengakibatkan insiden terhadap kapal-kapal nelayan yang dinilai sebagai tindakan di luar proses hukum.

Desakan untuk Menghentikan Pelanggaran Kedaulatan

Pemerintah Iran mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan penggunaan dalih operasi anti-narkotika sebagai pembenaran untuk melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Venezuela. Iran menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak dapat diterima menurut hukum internasional.

Peringatan untuk PBB dan Tanggung Jawab Global

Iran juga mengingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa beserta Sekretaris Jenderal PBB mengenai tanggung jawab mereka dalam mencegah gangguan terhadap perdamaian dan keamanan internasional. PBB didesak untuk lebih tegas menolak unilateralisme agresif yang dapat mengancam stabilitas global.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar