Geger! Roy Suryo Cs Siap Rilis Black Paper Gibrans untuk Makzulkan Wapres, Usai Jokowis White Paper

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:50 WIB
Geger! Roy Suryo Cs Siap Rilis Black Paper Gibrans untuk Makzulkan Wapres, Usai Jokowis White Paper

Buku Gibran's Black Paper Akan Dirilis, Roy Suryo Cs Klaim Temukan Masalah Ijazah Wapres

Kelompok yang sebelumnya menerbitkan Jokowi's White Paper kini bersiap meluncurkan buku berjudul Gibran's Black Paper. Buku ini diklaim akan mengungkap masalah riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Rencana Peluncuran Buku Gibran's Black Paper

Roy Suryo, Rismon, dan dokter Tifauzia menyampaikan rencana mereka tersebut saat bertemu dengan pakar hukum tata negara Refly Harun dan pimpinan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/10/2025). Ketiganya dikenal sebagai tokoh yang vokal mengkaji dugaan masalah ijazah mantan Presiden Joko Widodo.

Latar Belakang Permasalahan Ijazah Gibran

Isu pendidikan Gibran Rakabuming Raka mencuat setelah advokat Subhan Palal menggugatnya terkait keabsahan data pendidikan sekolah menengah. Berdasarkan data KPU, Gibran tercatat bersekolah di Orchid Park Secondary School Singapore (2002-2004) dan UTS Insearch Sydney (2004-2007). Keduanya merupakan sekolah setingkat SMA.

Subhan menggugat Gibran dan KPU ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena dinilai melakukan perbuatan melawan hukum. Penggugat meminta status Gibran sebagai Wapres dinyatakan tidak sah dan membayar ganti rugi Rp125 triliun kepada negara.

Klaim Tidak Memiliki Ijazah SMA

Roy Suryo mengklaim hasil penelitian mereka menyimpulkan bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA, SMK, atau sederajat. "Ini jelas-jelas melanggar aturan yang ada," ungkap Roy Suryo seperti dikutip dari YouTube Kompas TV.

Target Pemakzulan Wapres Gibran

Dokter Tifauzia menyatakan penelitian paralel tentang riwayat pendidikan Gibran sedang dilakukan. Buku Gibran's Black Paper rencananya akan dirilis pada November 2025.

Buku ini disebutkan akan menjadi alat untuk memakzulkan Gibran dari posisi Wapres RI. "Kami akan mendorong agar hasil penelitian kami... menjadi bukti untuk melakukan pemakzulan terhadap Gibran," jelasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler