China Paling Diuntungkan dalam Proyek Kereta Cepat Whoosh, Menurut Pakar
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dinilai telah memberikan keuntungan terbesar kepada China. Pernyataan ini disampaikan oleh pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy.
Dalam sebuah dialog di iNews, Ichsanuddin Noorsy menyoroti mekanisme proyek Whoosh yang dinilai tidak jelas sejak awal. Ia mempertanyakan apakah kerja sama yang dilakukan bersifat business to business (B2B) atau business to government (B2G).
Penyimpangan Prosedural dalam Proyek Whoosh
Ichsanuddin menegaskan terjadi penyimpangan prosedural dalam penugasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Status proyek yang seharusnya B2B kemudian dibebani oleh negara karena melibatkan BUMN. Hal ini membuat konstruksi kerja sama menjadi tidak tegas.
Pakar ekonomi politik ini juga menyoroti pergeseran studi kelayakan atau feasibility study dari Jepang ke China. Menurutnya, pergeseran ini menyimpan tanda tanya besar dan diduga melibatkan informasi asimetri.
Masalah Utang Kereta Cepat Whoosh
Proyek Kereta Cepat Whoosh kembali menjadi sorotan karena masalah utang yang belum menemukan solusi final. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan menolak keras penggunaan APBN untuk membayar utang proyek yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini.
Dengan berbagai persoalan yang mengemuka, proyek Whoosh terus menjadi perbincangan publik terkait transparansi dan keuntungan bagi masing-masing pihak yang terlibat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT